Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

1.200 santri dan guru gelar seni kolosal meriahkan satu abad Gontor

1.200 santri dan guru gelar seni kolosal meriahkan satu abad Gontor di Ponorogo
Sebanyak 1.200 santri dan guru gelar seni kolosal meriahkan satu abad Gontor di Ponorogo. (Ilustrasi: AI)

Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal, yang membuka langsung acara bersama K.H. M. Akrim Mariyat, menegaskan porsi keterlibatan santri yang sangat dominan. Ia menyebut peran pimpinan dalam teknis acara sangat minim. Kepercayaan penuh diberikan kepada generasi muda untuk mengeksplorasi kemampuan terbaik mereka.

“Saya sama Pak Akrim hanya lima persen. Selebihnya anak-anak semua yang mengerjakan,” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal bangga.

Menurut beliau, sekitar 95 hingga 99 persen urusan kepanitiaan, pengisi acara, hingga penyediaan fasilitas dikerjakan secara mandiri oleh warga pondok. DASS bukan sekadar hiburan pelepas penat. Ini adalah laboratorium sosial berskala besar tempat para santri belajar mengelola konflik, waktu, dan sumber daya manusia.

Seni kolosal ini merupakan media pendidikan nyata. Di sinilah kepemimpinan, kerja sama tim, tanggung jawab, dan keikhlasan santri diuji serta dibentuk secara nyata. Nilai-nilai ini menjadi modal berharga bagi mereka saat kelak terjun langsung di tengah masyarakat luas.

Refleksi Perjalanan Satu Abad

Sejak berdiri pada tahun 1926, Gontor konsisten melahirkan tokoh-tokoh nasional yang berkontribusi besar bagi kemajuan bangsa. Perjalanan seratus tahun ini bukan waktu yang singkat. Keberhasilan mempertahankan eksistensi dan relevansi di tengah gempuran modernisasi menunjukkan ketangguhan sistem nilai yang diterapkan di pondok ini.

Pentas seni DASS juga menjadi jembatan diplomasi budaya yang apik. Kolaborasi musik modern dengan kesenian tradisional seperti Reog Ponorogo menunjukkan sikap terbuka pesantren terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas lokalnya yang luhur. Penonton disuguhi harmoni visual yang memukau sekaligus sarat akan pesan moral kebangsaan.

Pentas ini menjadi tonggak penting bagi Gontor. Sebuah deklarasi kesiapan nilai-nilai pesantren dalam menjawab tantangan zaman baru. Transformasi digital dan globalisasi tidak dihadapi dengan ketakutan, melainkan dengan kreativitas tanpa batas yang tetap bersandar pada nilai-nilai spiritualitas yang kokoh.

Kini, usai perayaan satu abad berlalu, Pondok Modern Darussalam Gontor bersiap menapakkan kaki memasuki abad kedua pengabdiannya bagi dunia pendidikan Islam. Gontor akan terus memproduksi pemimpin-pemimpin masa depan yang berkarakter kuat, berwawasan luas, dan siap mengabdi untuk kemanusiaan.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda