Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
Ancaman Siber Meningkat, Ini Langkah Sederhana Pelaku Bisnis Amankan Data Perusahaan   ·   Proyeksi Ekonomi Global 2026: Pertumbuhan Melambat di Tengah Bayang Ketegangan Geopolitik   ·   BRI Bandung hadirkan KPR bunga berjenjang mulai dari 4 persen   ·   Terikat Janji Episode 93: Davina Mengetahui Kebenaran, Hubungan dengan Sena di Ujung…   ·   Gelombang Panas AS 2026: Saat Lonjakan Infrastruktur AI Menguji Ketahanan Jaringan Listrik   ·   BCL Tampil Glamor dan Elegan Kenakan Kebaya, Sambut Presiden Republik Belarus di…   ·   Selat Hormuz Kembali Dibuka, Pasar Minyak Dunia Hadapi Ancaman Kelebihan Pasokan   ·   Tarif Listrik Juli 2026 Resmi Tidak Naik: Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi Rumah…   ·  
EKONOMI BISNIS

Festival Balon Udara UMP perkuat daya tarik wisata Banyumas

Festival Balon Udara UMP menarik wisatawan di Banyumas
Festival Balon Udara UMP di Banyumas menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal. (Ilustrasi: AI)

PURWOKERTO — Festival Balon Udara UMP kembali jadi magnet baru bagi Banyumas. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menilai ajang yang digelar Universitas Muhammadiyah Purwokerto itu bukan sekadar tontonan, melainkan penggerak wisata dan ekonomi warga.

Penilaian itu ia sampaikan saat menghadiri Festival Balon Udara #4 di Lapangan Mas Mansoer, Kampus 1 UMP, Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Minggu pagi. Acara ini menarik pengunjung dari berbagai daerah, lalu memberi efek berantai ke pedagang kecil, transportasi lokal, sampai usaha yang bergantung pada ramainya kunjungan wisata.

Festival Balon Udara UMP dan efeknya ke wisata Banyumas

Bagi Banyumas, festival seperti ini punya nilai yang nyata. Daerah tak hanya menunggu wisata alam atau wisata kuliner. Kegiatan yang dirancang kampus pun bisa menjadi pintu masuk baru bagi orang luar untuk datang, menginap, belanja, dan mengenal wilayah lebih dekat.

Sadewo menyebut UMP konsisten menghadirkan inovasi lewat kegiatan yang melibatkan masyarakat. Ia melihat pola itu penting karena wisata tidak selalu lahir dari proyek besar. Kadang, daya tarik datang dari acara yang rapi, punya karakter, dan rutin digelar.

“Festival ini sudah berkembang menjadi agenda yang mampu menarik wisatawan dari dalam maupun luar Banyumas sehingga layak dipertahankan sebagai agenda tahunan,” kata Sadewo. Ia juga menyatakan Pemerintah Kabupaten Banyumas mendukung penyelenggaraan acara tersebut melalui kemudahan perizinan.

Pernyataan itu sejalan dengan kebutuhan banyak daerah yang ingin memperkuat destinasi berbasis event. Wisatawan hari ini tidak cuma mencari tempat, tapi juga pengalaman. Dan balon udara memberi pengalaman visual yang kuat. Langit pagi, warna-warni balon, suasana lapangan yang ramai. Sederhana, tapi efektif.

Di banyak daerah, event semacam ini sering menjadi pemicu kunjungan musiman. Sekali orang datang karena festival, ada peluang mereka kembali lagi untuk agenda lain. Itulah yang tampaknya ingin dijaga Banyumas: momentum kunjungan jangan berhenti di satu hari.

UMP dorong konsep kampus wisata lewat Festival Balon Udara UMP

Rektor UMP Prof Jebul Suroso menegaskan festival itu lahir dari semangat kampus untuk menghadirkan dampak sosial. Menurut dia, perguruan tinggi tak boleh berhenti di ruang kelas. Kampus harus memberi pengaruh yang terasa oleh masyarakat sekitar, termasuk lewat penguatan pariwisata daerah.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda