Rabu, 19 Agustus 2026 WIB
BREAKING
HIBURAN

Legenda Cerita Layang dari Belitung: Kisah Patriot Pelindung Rakyat

Legenda Cerita Layang dari Belitung
Legenda Cerita Layang dari Belitung, Provinsi Bangka Belitung, merekam kisah kepahlawanan seorang kesatria lokal dalam melindungi kedaulatan wilayahnya. (Ilustrasi: AI)

Petualangan Cerita Layang berlanjut ke ujung pulau lain. Di sana, ia memergoki dua kapal (rejung) milik rentenir bersaudara, Malim Kumat dan Malim Pantap. Kapal tersebut sarat dengan jarahan barang berharga dari Istana Tanjung Pandan. Di atas geladak, tampak pula dua remaja yang ditawan dalam kondisi mengenaskan.

Tanpa disadari Cerita Layang, kedua sandera itu adalah keponakannya sendiri yang lahir setelah ia pergi merantau, yakni Sindiran Dewa dan Dewa Pasindiran. Tanpa ragu, ia menuntut pembebasan para tawanan.

“Wahai para rentenir! Kembalikan semua harta itu ke Tanjung Pandan dan lepaskan kedua anak itu!” serunya menantang.

Pertempuran berdarah kembali pecah selama berhari-hari. Cerita Layang sukses melumat gerombolan Malim Kumat. Di tengah kekacauan duel, kedua pangeran muda berhasil melarikan diri ke dalam hutan belantara Sumatra dan berpisah demi keselamatan masing-masing.

Sindiran Dewa yang mengarah ke Muara Bengkulu kemudian diadopsi oleh tokoh sakti bernama Hulubalang Anak Dalam Wirodiwongso. Di bawah bimbingan sang guru, ia ditempa menjadi petarung yang tangguh dan menguasai berbagai ilmu kanuragan tingkat tinggi.

Runtuhnya Tanjung Pandan dan Pertempuran Final di Aceh

Ketenangan tidak bertahan lama. Sindiran Dewa mendengar kabar duka bahwa Tanjung Pandan telah lumat diserang oleh Pangeran Cili yang membalas dendam. Sang ayah, Ratu Tunggak, ditawan bersama adik perempuannya yang bernama Item Manis ke tanah Aceh.

Dengan restu guru, Sindiran Dewa berlayar ke Aceh menggunakan sebuah rejung cepat. Ia menyusup ke istana musuh pada malam hari, membebaskan ayah dan adiknya, lalu bergegas membawa mereka ke pelabuhan.

Nahas, pelarian mereka terendus. Pangeran Cili bersama pasukannya mencegat di dermaga sebelum rejung sempat bertolak. “Siapa kamu? Berani sekali membawa lari tawananku!” bentak Pangeran Cili.

“Aku putra Ratu Tunggak dari Tanjung Pandan! Langkah dahulu mayatku jika ingin mengambil mereka kembali!” balas Sindiran Dewa sambil menghunus senjatanya.

Duel tidak seimbang terjadi. Di saat Sindiran Dewa mulai terdesak oleh keroyokan anak buah musuh, Dewa Pasindiran tiba-tiba muncul menerjang barisan lawan. Tak berselang lama, Cerita Layang yang kebetulan berlayar melintasi perairan tersebut ikut mendarat dan langsung mengunci gerakan Pangeran Cili.

“Rupanya kamu telah lupa pada janjimu dulu untuk tidak menjadi rentenir lagi,” ujar Cerita Layang dingin.

“Gara-gara kamu aku bangkrut! Aku terpaksa kembali ke jalan ini!” raung Pangeran Cili penuh dendam.

Menyadari bahwa musuhnya tidak akan pernah berubah, Cerita Layang melepaskan pukulan pamungkas tepat ke dada sang pangeran. Hantaman keras itu membuat Pangeran Cili terpelanting dan tewas seketika di atas pasir pantai.

Rekonsiliasi Keluarga dan Restorasi Kerajaan

Setelah seluruh anak buah lawan dilumpuhkan, keheningan menyelimuti pantai Aceh. Cerita Layang menatap kedua pemuda yang bertarung bersamanya dengan perasaan familier yang sangat kuat.

“Siapa kalian sebenarnya?” tanya Cerita Layang penasaran.

“Kami adalah putra Ratu Tunggak dari Tanjung Pandan,” jawab Sindiran Dewa.

Mendengar jawaban itu, air mata Cerita Layang tumpah. Ia langsung memeluk kedua pemuda itu dengan erat. “Ketahuilah anak-anakku, aku adalah paman kalian, Cerita Layang.”

Tangis haru pun pecah di tepi pantai. Mereka segera membawa Cerita Layang menemui Ratu Tunggak yang berada di dalam kapal. Reuni dua saudara yang terpisah puluhan tahun itu berlangsung sangat emosional di atas dek rejung.

Keluarga kerajaan akhirnya kembali ke Tanjung Pandan. Bersama-sama, mereka membangun kembali puing-puing kerajaan yang hancur. Setelah situasi kondusif, Sindiran Dewa dinobatkan sebagai raja baru, sementara Cerita Layang memilih mengabdikan sisa hidupnya sebagai penasihat agung kerajaan guna memastikan kedamaian abadi bagi rakyat Belitung.

Catatan: Legenda Cerita Layang dari Belitung ini disadur dari laman Reinha.com dengan judul Cerita Rakyat Bangka Belitung tentang Kisah Si Cerita Layang.

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 19 Agustus 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir