JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Fadli Tri Hartono ke kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu sore, 4 Oktober 2026. Pertemuan ini dilakukan secara khusus untuk membahas penguatan peran lembaga tersebut dalam mendekatkan pola komunikasi negara dengan masyarakat luas.
Pemanggilan ini terhitung cepat karena hanya berselang dua hari setelah keduanya resmi dilantik di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Duet kepemimpinan baru di Badan Komunikasi Pemerintah ini diangkat berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 106/P Tahun 2026, di mana Syahganda Nainggolan kini resmi menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah ketiga sejak lembaga ini pertama kali dibentuk pada 17 September 2025.
Bahasa Sederhana dan Penjelasan Arah Kebijakan
Dalam pertemuan di Hambalang tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa fungsi komunikasi yang diemban oleh Badan Komunikasi Pemerintah tidak boleh sekadar menjadi corong publikasi program kerja. Institusi ini memikul tanggung jawab besar untuk menjabarkan ide dasar, latar belakang, serta arah pemikiran dari setiap kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah pusat.
“Komunikasi pemerintah harus mudah diterima dengan menggunakan bahasa yang sederhana,” ujar Presiden Prabowo Subianto sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Kabinet pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Presiden Prabowo Subianto menginginkan setiap pesan dari istana maupun kementerian dapat dicerna dengan mudah oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat birokrasi yang kaku. Pendekatan komunikasi yang membumi ini diharapkan mampu memperkuat persatuan nasional serta menghindari distorsi informasi di ruang publik.
Mendengar Kritik dan Menyalurkan Aspirasi Warga
Langkah taktis yang ditekankan dalam diskusi tersebut adalah penerapan pola komunikasi dua arah. Badan Komunikasi Pemerintah dilarang keras hanya bekerja satu arah sebagai penyebar rilis berita saja, melainkan wajib aktif menjaring umpan balik dari akar rumput.
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran pimpinan lembaga ini untuk menampung, mendengarkan, serta mengelola setiap masukan, keluhan, hingga kritik yang datang dari masyarakat. Semua aspirasi tersebut nantinya harus didistribusikan secara cepat ke kementerian atau lembaga teknis yang bersangkutan, bahkan dilaporkan langsung ke meja Presiden.
Melalui sistem kerja dialogis ini, pemerintah dapat mengukur secara riil bagaimana respons dan dampak dari setiap kebijakan yang baru saja digulirkan di tengah masyarakat.
Penyegaran Struktur dan Latar Belakang Tokoh
Kehadiran Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah yang baru menggantikan Muhammad Qodari membawa angin segar di tubuh birokrasi komunikasi istana. Syahganda bersama Fadli Tri Hartono merupakan sesama alumni Institut Teknologi Bandung yang kini diandalkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Syahganda dikenal luas memiliki rekam jejak panjang sebagai aktivis mahasiswa yang kritis sejak era 1980-an di ITB. Pengalaman barunya di dalam struktur pemerintahan ini diharapkan membawa perspektif yang lebih inklusif dan terbuka dalam membangun jembatan informasi antara negara, media massa, dan seluruh rakyat Indonesia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.