Minggu, 28 Juni 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Rivalitas Messi-Ronaldo Tertunda, Portugal Imbang 0-0

Rivalitas Messi-Ronaldo tertunda setelah Portugal imbang 0-0
Rivalitas Messi-Ronaldo batal terjadi di perempat final Piala Dunia 2026. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Rivalitas Messi-Ronaldo yang sempat dijual sebagai duel perempat final Piala Dunia 2026 akhirnya buyar. Portugal hanya bermain imbang 0-0 melawan Kolombia pada Sabtu, membuat Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi tak lagi berada di jalur yang sama menuju fase gugur.

Skema itu sebenarnya sudah lama dinanti publik sepak bola. Jika Argentina dan Portugal sama-sama keluar sebagai juara grup, keduanya berpeluang bertemu di perempat final. Bagi penggemar, itu bukan sekadar pertandingan. Itu pertaruhan cerita. Mungkin terakhir.

Rivalitas Messi-Ronaldo nyaris dapat panggung besar lagi

Messi sudah lebih dulu mengirim sinyal. Ia mencetak lima gol saat Argentina melaju mulus melewati Aljazair dan Austria, lalu mengunci status juara grup sebelum laga terakhir kontra Jordania. Argentina tampak melaju sesuai rencana. Tenang. Efisien. Tajam.

Portugal justru terpeleset di momen paling menentukan. Hasil 0-0 kontra Kolombia membuat mereka finis kedua di Grup K. Kolombia memuncaki grup, sementara Portugal terdorong ke sisi lain bagan babak gugur. Dampaknya langsung terasa: Ronaldo kini harus lebih dulu melewati Kroasia di 32 besar, lalu berpotensi bertemu Spanyol di 16 besar. Argentina, di sisi lain, mendapat lawan yang lebih ringan, Tanjung Verde.

ESPN menulis bahwa situasi ini bisa membuat pertemuan Messi dan Ronaldo di Piala Dunia 2026 batal total, kecuali dua raksasa itu sama-sama menembus final. Dan jujur saja, jalan ke final tidak pernah mudah. Satu hasil seri saja bisa merobohkan panggung yang sudah dibangun berbulan-bulan.

Bagi penonton, kabar ini terasa seperti tiket konser yang hangus. Bukan karena pertandingannya kurang menarik. Justru sebaliknya. Duel itu menjanjikan perhatian dunia, trafik raksasa, dan satu babak tambahan dalam rivalitas dua nama yang sudah mendefinisikan era modern sepak bola.

Rivalitas Messi-Ronaldo dibangun dari puluhan laga besar

Sampai kini, Messi dan Ronaldo sudah saling berhadapan 36 kali di laga kompetitif. Messi menang 16 kali dan mencetak 22 gol. Ronaldo menang 11 kali dengan 21 gol. Angkanya rapat. Sangat rapat. Tak heran setiap pertemuan mereka selalu terasa seperti final, meski status resminya belum tentu final.

Mereka terakhir bertemu dalam laga eksibisi pada Januari 2023, saat Paris Saint-Germain milik Messi menghadapi tim all-star Liga Pro Saudi yang dipimpin Ronaldo. Tapi nuansanya berbeda. Bukan laga kompetitif penuh beban. Bukan duel yang menentukan nasib turnamen. Bukan pula arena yang bisa memecah dunia sepak bola menjadi dua kubu dalam satu malam.

Di Piala Dunia 2026, harapan itu sempat hidup karena usia keduanya sudah mendekati ujung karier internasional. Ronaldo dan Messi kini bermain di benua berbeda. Kesempatan untuk bertemu di Piala Dunia berikutnya, 2030, juga belum tentu ada. Jadi, saat bagan turnamen mengarah ke perempat final, publik langsung mengerti: ini mungkin kesempatan terakhir di panggung terbesar.

Hasil Portugal melawan Kolombia memadamkan kemungkinan itu lebih cepat dari dugaan. Sekarang, satu-satunya jalan agar duel akbar itu terjadi adalah final. Itu pun kalau Argentina dan Portugal sama-sama mampu menembus puncak. Dua syarat berat. Dua langkah panjang. Dan satu kesalahan kecil bisa menghapus semuanya.

Enam laga klasik yang membentuk cerita besar mereka

ESPN mengingatkan lagi betapa panjang dan panasnya riwayat keduanya. Salah satu yang paling ikonik terjadi di final Liga Champions 2009 di Roma. Barcelona menundukkan Manchester United 2-0, dan Messi ikut mencetak gol lewat sundulan langka. Hari itu, Messi keluar sebagai pemenang dalam panggung yang dipenuhi ekspektasi.

Lalu ada La Manita pada 29 November 2010, ketika Barcelona melumat Real Madrid 5-0 di Camp Nou. Messi memang tidak mencetak gol, tetapi ia memberi dua assist dan jadi pusat permainan saat Madrid yang saat itu sedang kuat justru dipermalukan di kandang lawan. Skor besar itu melekat lama di ingatan publik. Lima jari. Lima gol. Satu malam yang sulit dilupakan.

Ronaldo membalas pada final Copa del Rey 2011. Real Madrid menang 1-0 lewat sundulan di perpanjangan waktu, dan gol itu datang dari Ronaldo. Setahun kemudian, ia kembali membawa Real unggul atas Barcelona di Camp Nou lewat gol penting yang membantu Los Blancos menjauh di puncak klasemen. Bahkan selebrasinya yang tenang, dengan gestur “calma”, ikut jadi bagian cerita.

Dua tahun berikutnya, Ronaldo lagi-lagi menancapkan luka di Piala Raja. Ia mencetak dua gol saat Real menyingkirkan Barcelona pada 2013. Di sisi lain, Messi menorehkan momen yang tak kalah ikonik pada 2017, saat gol menit-menit akhir di Bernabeu membuat Barcelona menang 3-2. Messi merayakan kemenangan sambil mengangkat jerseynya ke arah tribun. Keras. Simbolis. Khas dia.

Kalau ada satu statistik yang merangkum kebesaran rivalitas mereka, mungkin ini yang paling jelas: selama sembilan tahun mereka sama-sama bermain di Spanyol, tidak pernah ada El Clasico tanpa gol. Selalu ada kejadian. Selalu ada bara.

Dan itulah alasan banyak orang kecewa ketika Portugal hanya bermain imbang. Bukan karena turnamennya selesai. Bukan. Tapi karena satu cerita besar yang sudah menunggu panggung, mendadak harus ditunda.

Kenapa hasil ini penting buat Piala Dunia 2026

Untuk pembaca di Indonesia, hasil ini penting karena menunjukkan betapa kecilnya margin dalam turnamen besar. Satu hasil 0-0 bisa mengubah seluruh peta tontonan. Dari laga yang berpotensi jadi global event menjadi skenario yang belum tentu terwujud lagi.

Itu juga pengingat bahwa sepak bola modern hidup dari cerita. Bukan cuma skor. Fans menunggu narasi: Ronaldo versus Messi, Brasil versus Argentina, atau pemain besar yang bertemu di titik paling krusial. Ketika salah satu plot hilang, rasa penasaran ikut turun. Panasnya beda.

ESPN, lewat laporan Chris Wright, menekankan bahwa duel ini mungkin hanya akan terjadi lagi di final. Itu pun kalau kedua tim sama-sama lolos. Jadi, bagi penonton yang berharap melihat babak terakhir rivalitas dua ikon sepak bola dunia, sabar dulu. Bagan turnamen belum mau mengikuti keinginan semua orang.

Ringkasan singkat: Portugal imbang 0-0 dan menggagalkan potensi pertemuan Messi-Ronaldo di perempat final; Argentina dan Portugal kini berada di sisi bagan berbeda; duel itu hanya bisa terjadi lagi jika keduanya lolos ke final. “Kalau ada satu statistik yang merangkum rivalitas ini, di Spanyol tak pernah ada El Clasico tanpa gol,” tulis ESPN.

FAQ cepat: Apakah Messi dan Ronaldo masih bisa bertemu di Piala Dunia 2026? Bisa, tapi hanya di final. Kenapa laga itu begitu penting? Karena ini mungkin kesempatan terakhir mereka saling berhadapan di panggung terbesar sepak bola. Siapa yang melaporkan? ESPN, dengan kontribusi Chris Wright.

(AN)

Tag: Argentina Cristiano Ronaldo Lionel Messi olahraga Piala Dunia 2026 Portugal Sepak Bola
📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Artikel Untuk Anda