MIAMI GARDENS — Ronaldo di Piala Dunia kembali jadi bahan perdebatan setelah Cristiano Ronaldo menuntaskan laga Portugal melawan Kolombia dengan langkah terseret pada Sabtu, dalam suhu Florida yang terasa seperti 106 derajat Fahrenheit. Pemain 41 tahun itu tetap bertahan 90 menit penuh meski Portugal hanya bermain imbang 0-0 dan terlihat kehilangan tenaga pada fase akhir pertandingan.
Masalahnya bukan cuma soal satu laga. Ronaldo sudah bermain dalam semua 270 menit fase grup Portugal, dan jika dihitung waktu tambahan, jumlahnya mendekati 300 menit. Di saat Lionel Messi dan Erling Haaland mendapat rotasi dari pelatih masing-masing, Portugal justru terus mengandalkan kaptennya yang paling senior untuk memikul beban penuh.
Ronaldo di Piala Dunia dan tanda kelelahan yang sulit disembunyikan
Di babak pertama, Ronaldo masih sempat memberi ancaman. Tapi setelah itu, pengaruhnya menyusut tajam. Dalam 30 menit terakhir, ia nyaris tak hadir dalam alur serangan dan lebih sering terlihat mencari napas daripada mencari ruang.
Statistik pertandingan ikut menggambarkan malam yang berat. Ronaldo menutup laga dengan expected goals 0,17 dan expected assists 0,03, angka yang menunjukkan kontribusinya di depan gawang nyaris tak menghasilkan ancaman berarti. Pada kondisi normal, angka itu mungkin masih bisa diterima. Dalam cuaca lembap Miami dan lawan yang terus menekan, cerita jadi lain.
Pelatih Portugal Roberto Martínez tetap membela keputusan itu. Ia menegaskan Ronaldo masih mampu bermain penuh dan menilai pembagian menit sudah dilakukan karena Portugal memakai 21 pemain lapangan selama turnamen. Bagi Martínez, membandingkan Ronaldo dengan pemain tim lain bukan dasar yang layak dipakai saat mengambil keputusan.
“Cristiano terbiasa berada di posisi yang tepat pada waktu yang tepat,” kata Martínez. “Secara mental dan fisik, dia disiplin dan kuat.”
Kenapa rotasi jadi krusial saat lawan mulai lebih berat
Argumen Martínez terdengar masuk akal di permukaan. Ronaldo memang masih mencetak gol, termasuk dua gol saat Portugal melibas Uzbekistan 5-0. Ia juga punya kebiasaan menjaga kondisi tubuh dengan sangat ketat. Makanan, latihan, pemulihan. Semua dijaga.
Tapi usia tetap usia. Tubuh tak bisa ditipu selamanya. Pada umur 41, kebutuhan akan rotasi jadi makin penting, apalagi turnamen seperti Piala Dunia menuntut intensitas tinggi dalam jeda singkat. Satu laga berat bisa meninggalkan sisa kelelahan untuk pertandingan berikutnya. Dan untuk Portugal, pertandingan berikutnya justru jauh lebih sulit.
Portugal kini menunggu Kroasia di Toronto pada Kamis dalam babak 32 besar. Jika menang, mereka kemungkinan besar berhadapan dengan Spanyol pada fase berikutnya. Di titik itu, pemain depan yang lebih cepat dan lebih mobile bisa jauh lebih berguna saat ruang makin sempit dan tempo pertandingan naik.
Gonçalo Ramos, yang berusia 25 tahun dan baru menuntaskan dua musim berturut-turut bersama Paris Saint-Germain sebagai juara Liga Champions, tetap menghuni bangku cadangan saat Ronaldo tetap berada di lapangan. Pilihan itu membuat Portugal kehilangan kesempatan untuk mencoba energi baru ketika laga mulai mandek.
Contoh dari Messi, Haaland, dan Kane
Kasus Ronaldo tidak berdiri sendiri. Di turnamen yang sama, Lionel Messi juga duduk di bangku cadangan sejak awal saat Argentina menghadapi Yordania. Pelatih Lionel Scaloni tak menurunkan bintang 39 tahun itu dari menit pertama. Erling Haaland pun absen ketika Norwegia kalah 1-4 dari Prancis, karena staf pelatih khawatir soal kebugarannya sebelum laga penentuan berikutnya.
Harry Kane, kapten Inggris, juga ditarik keluar saat laga tersisa enam menit ketika Inggris mengalahkan Panama 2-0. Pesannya jelas. Bintang besar tetap penting, tapi menit bermain mereka harus dijaga agar tetap tajam saat turnamen masuk fase paling kejam.
Portugal justru memilih jalan berbeda. Ronaldo terus dimainkan, terus dipasang, dan terus diandalkan. Keputusan itu bisa dibaca sebagai kepercayaan penuh. Bisa juga dilihat sebagai risiko besar yang sengaja dipelihara. Soalnya, jika Ronaldo tak lagi mampu memberi tekanan, Portugal bukan cuma kehilangan ancaman gol. Mereka juga kehilangan dinamika serangan di momen paling menentukan.
Martínez mungkin benar saat mengatakan Ronaldo masih tahu cara berada di tempat yang tepat. Namun Piala Dunia jarang memberi ruang untuk nostalgia. Lawan-lawan di fase gugur tak peduli pada reputasi. Mereka cuma melihat siapa yang masih sanggup berlari, menekan, dan menyerang di menit ke-80. Dan pada malam melawan Kolombia, Ronaldo tampak bukan lagi jawaban untuk semua situasi.
Portugal boleh saja tetap percaya pada naluri gol sang kapten. Tapi jika beban itu tak dikendalikan, negara itu bisa membayar mahal justru ketika turnamen mulai masuk tahap yang paling sulit.
Ringkasan singkat
1. Ronaldo di Piala Dunia kembali dipertanyakan setelah ia bermain penuh saat Portugal ditahan Kolombia 0-0 dalam cuaca sangat panas dan lembap.
2. Roberto Martínez membela keputusannya, tapi Portugal kini menghadapi Kroasia dan berisiko bertemu Spanyol bila Ronaldo tak dijaga tenaganya.
3. Messi, Haaland, dan Kane mendapat rotasi; Ronaldo belum, padahal ia sudah bermain hampir 300 menit di fase grup.
FAQ singkat
Kenapa Ronaldo jadi sorotan? Karena ia tetap bermain penuh meski terlihat kelelahan dan Portugal sudah lolos.
Apa dampaknya untuk Portugal? Jika tenaganya habis, Portugal bisa kehilangan ketajaman di babak gugur.
Apa laga berikutnya? Portugal menghadapi Kroasia di Toronto pada Kamis.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.