Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

BPPDRD Balikpapan: Wajib pajak mulai cicil tunggakan pajak daerah

Tunggakan pajak daerah Balikpapan mulai dicicil wajib pajak
Tunggakan pajak daerah di Balikpapan mulai dicicil. (Ilustrasi: AI)

Penjelasan ini penting karena angka piutang pajak kerap terlihat mencolok di laporan. Padahal, tidak seluruhnya bisa dibaca sebagai penagihan yang masih aktif. Ada komponen lama yang memang harus dibersihkan agar catatan keuangan daerah lebih rapi dan realistis.

Proses penyelesaian piutang lama juga berhubungan dengan akurasi data. Bila pencatatan rapi, pemerintah daerah bisa membedakan mana piutang yang masih layak ditagih, mana yang sudah tak efektif, dan mana yang perlu ditutup lewat prosedur resmi. Tanpa pembenahan seperti ini, angka piutang bisa terus menggantung dari tahun ke tahun.

Bagi pembaca, dampaknya terasa sederhana tapi nyata. Saat piutang tertib, ruang fiskal daerah lebih mudah dibaca. Pemerintah bisa menilai potensi pendapatan dengan lebih jernih, sementara pelaku usaha pun tahu posisi kewajibannya dengan lebih tegas.

Sektor restoran dan hotel ikut diawasi

Di sisi lain, tunggakan pajak dari sektor rumah makan dan restoran masih terus ditangani tim intensifikasi perpajakan daerah. BPPDRD memilih pendekatan persuasif untuk mendorong pelaku usaha segera melunasi kewajiban mereka.

“Untuk itu, BPPDRD terus melakukan pendekatan persuasif agar para pelaku usaha sektor kuliner tersebut segera melunasi kewajibannya,” tutur Idham. Sektor ini memang sensitif. Arus kas usaha kuliner sangat dipengaruhi jumlah pengunjung, biaya bahan baku, dan kondisi ekonomi harian.

Idham juga menyebut realisasi penerimaan pajak daerah tahun ini masih berjalan stabil secara umum, mirip pola tahun-tahun sebelumnya. Menurut dia, situasi itu cukup baik karena perekonomian belum sepenuhnya pulih optimal.

Namun, tidak semua pos bergerak sama. Pajak hotel, misalnya, mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Fluktuasi seperti ini lazim terjadi, tapi tetap berpengaruh pada komposisi penerimaan daerah. Satu sektor melemah, tekanan langsung terasa di target keseluruhan.

Di titik ini, pembayaran bertahap dari wajib pajak besar menjadi kabar yang penting. BPPDRD memastikan ada satu wajib pajak besar dengan tunggakan hingga miliaran rupiah yang sudah mencicil kewajibannya sebanyak 24 kali selama dua tahun. Angka itu memberi gambaran konkret: penagihan berjalan, dan sebagian utang sudah masuk rel pembayaran yang lebih pasti.

Catatan itu juga memperlihatkan bahwa penyelesaian tunggakan pajak daerah tidak selalu berlangsung cepat. Kadang perlu 24 kali cicilan. Kadang butuh dua tahun. Tapi satu hal jelas: uang yang sempat tertahan mulai bergerak kembali ke kas daerah.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda