Kendati menyajikan tontonan menghibur, format baru ini tetap memicu pro dan kontra. Mantan pelatih timnas Ghana, Carlos Queiroz, sempat melontarkan kritik pedas terkait format turnamen yang dianggap terlalu gemuk.
“Banyaknya tim yang bisa lolos ke kompetisi ini bisa membuatnya terasa biasa saja dan murahan. Piala Dunia seharusnya memiliki makna yang langka dan bernilai tinggi. Tapi, kita tahu, uang yang berbicara sekarang,” cetus Queiroz ketus.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Namun, kehadiran para pemain bintang setidaknya menjaga gengsi turnamen tetap tinggi. Lionel Messi memimpin perburuan gelar top skor setelah mencetak hat-trick ke gawang Aljazair di laga sebelumnya. Messi kini ditempel ketat oleh deretan penyerang elite mulai dari Vinicius Junior, Ousmane Dembele, Erling Haaland, hingga Kylian Mbappe.
Format Gugur Menjanjikan Duel Sengit
Babak grup memang menyisakan banyak cerita, termasuk kejutan tersingkirnya Uruguay sebagai satu-satunya wakil Amerika Selatan yang gagal melangkah lebih jauh. Di sisi lain, dominasi Eropa masih terasa kental meski mereka kehilangan Republik Ceko, Turki, dan Skotlandia di fase awal ini.
Kini, 32 tim tersisa akan langsung dihadapkan pada sistem gugur yang tidak mengenal ampun. Austria sudah ditunggu lawan berat, sang juara Eropa Spanyol, dalam laga hidup mati di Los Angeles pada Kamis mendatang. Sementara Aljazair akan menantang Swiss di Vancouver.
Sesuai dengan analogi yang dilontarkan Queiroz, fase grup hanyalah ajang pemanasan. “Babak grup adalah pemanasan dan kelolosan ke fase berikutnya seperti kartu kredit. Sekarang saatnya Anda harus mulai membayar. Semua mengarah kepada pemenang, setiap laga adalah drama, dan tidak ada tempat untuk bersembunyi,” pungkasnya.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.