Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Gencatan senjata Iran-AS Rapuh, Negosiasi Lanjut di Doha

Gencatan senjata Iran-AS dibahas dalam negosiasi Doha
Gencatan senjata Iran-AS diuji di Selat Hormuz. (Ilustrasi: AI)

Di sinilah letak bahayanya. Selat Hormuz bukan jalur biasa. Sejumlah besar ekspor minyak dari kawasan Teluk melewati perairan sempit itu. Begitu satu serangan terjadi, pasar langsung membaca risiko baru. Harga minyak bergerak. Asuransi pelayaran naik. Armada niaga mengambil rute yang lebih hati-hati.

Doha gantikan Swiss, agenda ikut berubah

Pertemuan teknis yang semula dijadwalkan di Swiss awalnya berfokus pada program nuklir Iran. Tapi eskalasi terbaru membuat lokasi dipindahkan ke Doha dan agendanya menyempit ke satu hal yang jauh lebih mendesak: penyelesaian sengketa soal Selat Hormuz.

Perubahan itu menunjukkan prioritas baru kedua pihak. Bukan lagi pembahasan yang luas dan panjang, melainkan mencegah satu insiden kecil berubah jadi ledakan konflik yang lebih besar. Qatar, yang selama ini kerap menjadi tuan rumah dialog regional, kembali dipilih sebagai tempat bertemu karena dinilai cukup netral untuk memfasilitasi komunikasi yang macet.

Meski begitu, jalan menuju kesepakatan penuh masih panjang. Iran pada Minggu sempat membatalkan pertemuan teknis, dengan alasan serangan AS terbaru dan klaim bahwa Washington belum memenuhi syarat dalam memorandum. Mehdi Fazaeili, anggota Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Pemimpin Tertinggi Iran, bahkan menyinggung isu akses dana beku sebagai salah satu syarat yang belum terpenuhi.

“Misalnya salah satu alasannya adalah memeriksa apakah kami punya akses ke dana yang dibekukan. Jika tidak ada akses, maka syarat itu belum dipenuhi,” kata Fazaeili di televisi pemerintah Iran.

Situasi ini membuat gencatan senjata Iran-AS terlihat lebih seperti jeda singkat ketimbang perdamaian yang kokoh. Serangan sudah dihentikan, tapi ketidakpercayaan masih tebal. Dan selama Selat Hormuz belum aman sepenuhnya, setiap percikan kecil bisa kembali menyeret kedua negara ke putaran ketegangan berikutnya.

Doha kini menjadi panggung ujian. Bila pembicaraan teknis berjalan, kapal dagang mungkin mendapat napas lega. Bila gagal, lalu lintas energi global akan kembali hidup dengan rasa waswas.

Seorang pejabat AS menegaskan lagi arah sementara pembicaraan itu. “Vessels can move freely,” katanya, sambil menunggu hasil negosiasi pada Selasa.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda