Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Kadin Sebut Tanjungpinang Punya Lahan Luas Potensial Tarik Investasi Kawasan Industri

Kawasan industri Tanjungpinang dengan lahan luas untuk investasi
Kawasan industri Tanjungpinang dinilai punya lahan luas dan peluang investasi baru. (Ilustrasi: AI)

Kenapa Perda kawasan industri jadi kunci

Rencana Perda kawasan industri punya arti lebih luas dari sekadar menata ruang. Jika aturan ini rampung dan disahkan, Pemkot Tanjungpinang akan memiliki kerangka resmi untuk menjelaskan wilayah mana yang boleh dipakai industri, mana yang tidak, dan sektor apa yang masuk prioritas.

Di daerah seperti Tanjungpinang, kepastian semacam ini sering jadi pembeda. Kota yang tidak punya basis industri kuat biasanya bergantung pada perdagangan, jasa, dan aktivitas pemerintahan. Sektor-sektor itu penting, tapi sering bergerak lambat. Ketika pertumbuhan ekonomi mulai melandai, pemerintah daerah butuh mesin baru.

Ade Angga melihat kawasan industri sebagai salah satu mesin itu. Menurut dia, Tanjungpinang perlu terobosan baru untuk mendongkrak ekonomi, apalagi kota ini berstatus pusat ibu kota Provinsi Kepri. Jika laju ekonomi tertahan, pemerintah tak bisa hanya mengandalkan posisi administratif. Harus ada kegiatan produktif yang menyerap tenaga kerja dan mengalirkan nilai tambah.

Batam dan Bintan sudah lebih dulu dikenal sebagai kantong industri di Kepri. Namun, Ade menilai ruang komersial di Batam terus berkurang dari hari ke hari. Situasi itu membuka peluang bagi Tanjungpinang untuk ikut masuk ke peta investasi. Tidak harus menyalip Batam. Cukup mengambil ceruk yang belum terisi.

Di sinilah keunggulan lahan di Tanjungpinang coba dimainkan. Bila pengembang dan investor melihat ada ruang yang bisa dimiliki, dikembangkan, dan dijamin peruntukannya, minat bisa tumbuh lebih cepat. Apalagi bila pemerintah daerah benar-benar mempercepat layanan perizinan dan infrastruktur dasar.

Pelabuhan, industri halal, dan peluang dari Singapura

Rencana kawasan industri Tanjungpinang juga tidak berdiri sendirian. Ada hubungannya dengan koneksi ekonomi regional, terutama Singapura. Ade mengatakan KADIN Tanjungpinang telah bertemu dengan Konsulat Singapura untuk difasilitasi berkomunikasi dengan jaringan usaha di negara tetangga itu.

Langkah ini masuk akal. Singapura punya modal, akses logistik, dan jaringan bisnis yang kuat. Tanjungpinang berada cukup dekat secara geografis untuk ikut merasakan limpahan investasi, selama daerah ini mampu menunjukkan kesiapan lahan dan aturan main yang rapi. Investor jarang mau menunggu terlalu lama.

Halaman:123Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda