Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Kampanye pengaruh Iran di X incar warga AS dan deal nuklir

Kampanye pengaruh Iran di X incar warga AS dan deal nuklir
Kampanye pengaruh Iran di X disebut makin agresif, menyasar opini publik Amerika Serikat sekaligus menggoyang dorongan Presiden Donald Trump untuk mencapai k…. (Ilustrasi: AI)

Kasus Iran juga menunjukkan bagaimana perang informasi modern tidak selalu datang dalam bentuk bot kasar atau akun palsu. Kadang ia tampil sebagai pejabat resmi, kutipan yang rapi, atau sindiran yang terasa “lucu” bagi audiens tertentu. Satu unggahan bisa memengaruhi persepsi, walau tidak mengubah kebijakan secara langsung.

Bagi pembaca, pelajarannya dekat. Narasi politik lintas negara kini tidak lagi berhenti di konferensi pers atau meja perundingan. Ia meluncur lewat unggahan singkat, meme, dan balasan yang sengaja dibuat tajam. Lalu berpindah dari layar ke opini publik. Cepat sekali.

Fox News Digital melaporkan, para analis melihat pergeseran ini sebagai adaptasi rezim yang tertekan. Setelah kepemimpinan senior Iran banyak tersingkir dan penerus baru bersembunyi, ruang digital dipakai untuk menambal lubang legitimasi. Bukan solusi permanen. Tapi cukup untuk bertahan, setidaknya di layar.

Dan di sinilah taruhannya. Jika kampanye pengaruh Iran di X berhasil menampilkan kesepakatan nuklir sebagai kegagalan, tekanan politik terhadap Washington bisa naik. Bila gagal, Teheran tetap sudah menunjukkan satu hal: perang pengaruh sekarang juga berlangsung di kolom unggahan, bukan cuma di meja diplomasi.

Di medan seperti ini, satu kalimat bisa lebih gaduh daripada satu konferensi pers. Dan satu balasan pedas bisa lebih cepat menyebar daripada penjelasan resmi yang panjang.

Ringkasan singkat

1. Kampanye pengaruh Iran di X dituding menyasar warga AS untuk melemahkan dukungan terhadap kesepakatan nuklir baru.

2. Para ahli menyebut Teheran memanfaatkan unggahan berbahasa Inggris yang mudah dibagikan, dengan koordinasi pusat yang rapi.

3. Ketimpangan akses internet di Iran dan kebebasan elite di platform global membuat perang informasi ini makin timpang.

FAQ singkat

Apa inti kampanye ini? Menyebarkan pesan politik di X untuk memengaruhi opini publik Amerika dan mengganggu posisi Donald Trump.

Siapa yang menilai demikian? Antara lain Dr. Omar Mohammed dari George Washington Program on Extremism dan Alp Toker dari NetBlocks, sebagaimana dilaporkan Fox News Digital.

Mengapa ini penting? Karena perang informasi kini ikut membentuk persepsi publik terhadap negosiasi nuklir dan kebijakan luar negeri AS.

Halaman:123Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda