Senin, 29 Juni 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Kemendikdasmen: TPG dukung wajar 13 tahun

TPG dukung wajar 13 tahun melalui pembelajaran guru PAUD
TPG dukung wajar 13 tahun lewat peningkatan profesionalisme guru. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — TPG dukung wajar 13 tahun menjadi pesan utama Kemendikdasmen saat menyoroti peran tunjangan profesi guru dalam menjaga mutu pembelajaran di sekolah. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengatakan tunjangan itu bukan sekadar tambahan penghasilan, melainkan dorongan agar guru terus meningkatkan profesionalisme dan ikut menyukseskan Wajib Belajar 13 Tahun.

Pernyataan itu disampaikan Fajar dalam keterangan tertulis dari Jakarta, Minggu. Ia menekankan, kualitas pendidikan di sekolah sangat bergantung pada kerja keras guru yang tiap hari mengatur kelas, menyiapkan materi, dan mencari cara agar murid tidak bosan. Kerja ini sering tidak terlihat dari luar. Padahal, dampaknya langsung terasa di ruang belajar.

TPG dipakai untuk menguatkan kelas

Contoh yang dibagikan Kemendikdasmen datang dari Budi Iswanti, guru TK Al Muttaqien di Kota Bandar Lampung, Lampung. Budi mengatakan TPG membantunya menjaga semangat belajar, ikut pelatihan, belajar mandiri, dan mengikuti perubahan kebijakan maupun inovasi pembelajaran.

Yang menarik, tunjangan itu juga ia pakai untuk membeli buku referensi dan membayar langganan internet agar bisa mengakses Ruang GTK. Bagi guru PAUD, akses seperti ini bukan detail kecil. Di lapangan, bahan ajar yang segar dan koneksi internet yang stabil sering menentukan apakah kelas berjalan hidup atau justru terasa monoton. Budi melihat investasi kecil itu berbuah besar pada cara ia mengajar.

Ia juga menautkan pemanfaatan TPG dengan pengembangan kariernya sebagai guru PAUD. Bersama orang tua dan lingkungan sekolah, Budi membiasakan literasi, menerapkan pembelajaran berbasis bermain, dan menanamkan nilai karakter kepada murid. “Pembelajaran yang menyenangkan sangat berdampak pada perkembangan anak secara optimal. Dengan begitu, anak-anak menjadi sehat dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang SD,” kata Iswanti.

Kenapa Wajib Belajar 13 Tahun jadi penting

Program Wajib Belajar 13 Tahun memuat satu tahun prasekolah sebelum anak masuk SD. Dalam praktiknya, gagasan ini bukan cuma soal menambah lama sekolah. Pemerintah ingin memastikan anak lebih siap membaca situasi kelas, berinteraksi, dan menerima pembelajaran dasar saat masuk jenjang berikutnya.

Di titik ini, posisi guru PAUD jadi sangat penting. Kalau pembelajaran di taman kanak-kanak masih kaku, anak bisa cepat kehilangan minat. Kalau kelas dibuat ramah, penuh permainan bermakna, dan memberi ruang eksplorasi, murid lebih mudah membangun kebiasaan baik. Itulah alasan Kemendikdasmen mengaitkan TPG dengan program wajib belajar. Guru yang kompeten dan stabil secara ekonomi dinilai lebih leluasa berinovasi.

Fajar Riza Ul Haq juga menaruh perhatian pada peran guru dalam menghadirkan pembelajaran bermutu dan menyenangkan. Kalimat itu sederhana, tapi relevansinya besar. Di banyak sekolah, mutu pendidikan sering ditentukan oleh hal-hal konkret: guru yang mau belajar ulang, media belajar yang tepat, dan kemauan mengubah metode saat anak mulai kehilangan fokus.

Pengalaman guru lain di Pringsewu

Praktik baik serupa juga disampaikan Puput Angellica, guru TK Harapan Bangsa Banjarejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Ia menyebut TPG membantu kebutuhan hidup sehari-hari, sekaligus menunjang pengembangan kompetensi profesional melalui pelatihan, seminar, dan workshop pendidikan.

Puput memandang Wajib Belajar 13 Tahun sebagai langkah yang baik untuk memberi kesempatan setara kepada setiap anak Indonesia, termasuk lewat satu tahun prasekolah. Menurut dia, inovasi pembelajaran yang terus dijaga akan memengaruhi proses belajar di PAUD dan menyiapkan murid ke jenjang berikutnya. Ini penting, sebab masa transisi dari PAUD ke SD sering jadi fase yang menentukan: anak perlu merasa aman, tertarik, dan tidak tertekan sejak awal.

Ia bercerita bahwa pelatihan yang diikutinya mendorong dirinya menciptakan kelas yang menyenangkan, kreatif, dan berpusat pada anak lewat media kontekstual. Dengan pendekatan itu, Puput berharap anak-anak senang datang ke sekolah, terbiasa dengan karakter positif, dan tumbuh lebih ideal. Harapan itu terdengar sederhana, tapi justru di situlah letak kuncinya. Anak yang senang belajar biasanya lebih mudah bertahan di jalur pendidikan yang panjang.

Dampaknya terasa sampai ke ruang kelas

Kisah dua guru asal Lampung itu memberi gambaran yang cukup jelas: TPG bukan hanya soal insentif, melainkan alat untuk menjaga kualitas proses belajar. Saat guru punya ruang lebih luas untuk mengikuti pelatihan, membeli bahan ajar, atau mengakses sumber pembelajaran digital, kelas ikut bergerak maju. Murid yang merasakan manfaatnya mungkin tidak memikirkan istilah kebijakan, tapi mereka bisa merasakan bedanya.

Di sisi lain, pesan Kemendikdasmen juga mengingatkan bahwa program wajib belajar tak akan berjalan mulus bila guru tidak diberi dukungan yang memadai. Pemerintah bisa menyusun aturan dan target, tetapi pembelajaran tetap terjadi di kelas. Di sana, guru berhadapan dengan anak yang mudah bosan, orang tua yang punya ekspektasi, dan kebutuhan untuk membuat materi terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Karena itu, hubungan antara tunjangan profesi dan mutu pendidikan tidak bisa dipandang sempit. TPG menjadi semacam penyangga agar guru terus berkembang, bukan sekadar bertahan. Kalau penyangga itu kuat, maka target besar seperti Wajib Belajar 13 Tahun punya peluang lebih besar untuk berjalan di lapangan, bukan hanya rapi di atas kertas.

“Pembelajaran yang menyenangkan sangat berdampak pada perkembangan anak secara optimal,” kata Budi Iswanti. “Dengan begitu, anak-anak menjadi sehat dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang SD.”

Ringkasan singkat

• Kemendikdasmen menilai TPG membantu meningkatkan profesionalisme guru untuk mendukung Wajib Belajar 13 Tahun.
• Dua guru PAUD di Lampung memanfaatkan TPG untuk pelatihan, media belajar, dan akses internet pembelajaran.
• Pemerintah menaruh harapan besar pada guru PAUD agar anak lebih siap masuk SD lewat kelas yang menyenangkan.

FAQ singkat

Apa hubungan TPG dan Wajib Belajar 13 Tahun?
TPG membantu guru meningkatkan kompetensi dan kualitas mengajar, yang pada akhirnya mendukung kesiapan anak mengikuti pendidikan prasekolah sebelum SD.

Siapa yang memberi contoh praktik baik?
Budi Iswanti dari TK Al Muttaqien, Bandar Lampung, dan Puput Angellica dari TK Harapan Bangsa Banjarejo, Pringsewu.

Kenapa PAUD masuk dalam program ini?
Karena satu tahun prasekolah dinilai penting untuk membantu anak siap secara sosial, karakter, dan kebiasaan belajar sebelum masuk SD.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram