Jumat, 10 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Wamenbud: Tabuik jiwa masyarakat Pariaman

Prosesi puncak festival budaya Tabuik jiwa masyarakat Pariaman di Pantai Gandoriah Sumatera Barat
Wamenbud Giring Ganesha menyebut tradisi Tabuik Pariaman sebagai jiwa masyarakat Sumbar. (Ilustrasi: AI)

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi pihak yang paling diuntungkan dari gelaran kolosal ini. Pemerintah Kota Pariaman mencatat adanya kenaikan transaksi yang luar biasa di sekitar lokasi acara. Untuk memberikan gambaran peta ekonomi selama festival, berikut adalah estimasi perputaran uang pada sektor-sektor utama di sekitar Pantai Gandoriah selama pekan puncak perayaan:

Sektor Usaha Rata-rata Kenaikan Omzet Dampak Penyerapan Tenaga Kerja
Kuliner Lokal (Nasi Sek, Kuliner Laut) 300% – 400% Sangat Tinggi (Pekerja Harian Tambahan)
Penginapan & Homestay 100% (Okupansi Penuh) Tinggi (Sektor Jasa & Kebersihan)
Transportasi & Parkir 250% Sedang (Pemuda Setempat)
Kerajinan Tangan & Suvenir 150% Sedang (Perajin Rumah Tangga)

Angka-angka ini mempertegas bahwa tradisi Tabuik bukan sekadar tontonan estetik semata. Ada rantai nilai ekonomi yang menghidupi ribuan kepala keluarga di Pariaman. Hubungan timbal balik antara pelestarian budaya dan kesejahteraan masyarakat ini menjadi contoh ideal bagaimana kebudayaan dapat menghidupi masyarakatnya sendiri.

Pemerintah daerah kini mulai bersiap untuk merancang strategi pengelolaan zonasi pedagang yang lebih rapi untuk penyelenggaraan tahun depan. Langkah ini dinilai penting agar kenyamanan wisatawan tetap terjaga di tengah membeludaknya lautan manusia. Dinas Pariwisata setempat juga berencana memperpanjang durasi festival pendukung agar masa tinggal wisatawan di Pariaman menjadi lebih lama.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda