Senin, 29 Juni 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Waspada! Modus Penipuan Phishing Gaya Baru Incar Pengguna Mobile Banking di Akhir Bulan

Waspada! Modus Penipuan Phishing Gaya Baru Incar Pengguna Mobile Banking di
Lonjakan modus penipuan phishing berkedok notifikasi resmi bank menyasar pengguna mobile banking. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Lonjakan modus penipuan phishing berkedok notifikasi resmi bank menyasar pengguna mobile banking menjelang akhir bulan, dan kali ini jebakannya jauh lebih sulit dikenali dibanding sebelumnya. Otoritas keamanan siber dan lembaga perbankan nasional mendeteksi pola serangan baru yang dirancang khusus untuk menguras rekening saat intensitas transaksi masyarakat sedang memuncak.

Dampaknya nyata. Korban bisa kehilangan seluruh saldo rekening hanya dalam hitungan detik tanpa sempat sadar apa yang terjadi.

Berbeda dari modus lama yang mengandalkan kiriman file APK palsu lewat WhatsApp, gelombang serangan terbaru ini mengandalkan manipulasi psikologis. Pelaku memanfaatkan momen gajian, ketika orang cenderung lebih reaktif terhadap pesan yang menyebut soal saldo, pajak, atau pemblokiran akun.

Tiga Narasi Jebakan yang Paling Sering Muncul

Pakar keamanan siber mencatat setidaknya tiga pola pesan yang digunakan pelaku untuk memancing korban.

Pertama, notifikasi “penyesuaian tarif administrasi” yaitu korban diminta klik tautan untuk menolak kenaikan biaya autodebit yang disebut akan aktif otomatis jika tidak segera ditanggapi. Kedua, peringatan pemblokiran akun sementara karena “aktivitas mencurigakan”, dengan instruksi verifikasi ulang lewat portal tertentu. Ketiga, pesan tagihan atau e-faktur palsu yang mengatasnamakan instansi pajak atau sistem insentif bank.

Semua narasi itu punya satu benang merah yaitu mendesak. Membuat korban panik dan bertindak cepat tanpa berpikir.

“Pelaku sangat pintar memanfaatkan momentum akhir bulan ketika intensitas transaksi masyarakat sedang tinggi-tingginya. Mereka menciptakan rasa panik agar korban langsung bertindak tanpa berpikir panjang,” ujar seorang pakar keamanan siber yang memantau tren serangan ini.

Replika Sempurna, Real-Time, dan Mematikan

Inilah yang membuat gelombang phishing terbaru ini lebih berbahaya dari sebelumnya.

Situs palsu yang digunakan bukan lagi halaman berantakan dengan tata letak amburadul. Kini, pelaku membangun replika nyaris identik dari tampilan login portal perbankan resmi dengan logo, warna, hingga tata letak formulir semuanya sama persis.

Begitu korban klik tautan dan memasukkan User ID, kata sandi, serta nomor kartu ATM, data itu langsung terekam. Yang lebih mengkhawatirkan: adalah sistemnya bekerja secara real-time. Saat korban diminta mengisi kode OTP di situs palsu tersebut, pelaku di saat bersamaan langsung menggunakan kode itu untuk masuk ke akun asli dan memindahkan dana.

Jeda antara korban memasukkan OTP hingga uang berpindah bisa kurang dari 30 detik.

Langkah Antisipasi yang Direkomendasikan Bank

Pihak perbankan merilis panduan proteksi yang perlu dipraktikkan setiap nasabah. Berikut rangkumannya:

Langkah Aman Yang Harus Dilakukan
Periksa URL Pastikan alamat web diawali https:// dan nama domain resmi bank bukan blog gratisan atau domain asing.
Jaga data sensitif Bank tidak pernah meminta PIN, OTP, atau kata sandi lewat telepon, SMS, maupun WhatsApp.
Aktifkan autentikasi dua faktor Gunakan verifikasi biometrik (sidik jari/pemindaian wajah) pada aplikasi m-banking bila tersedia.
Konfirmasi ke jalur resmi Terima pesan mencurigakan? Tutup langsung, lalu hubungi call center bank via nomor di balik kartu ATM.

Satu aturan yang tidak boleh dilupakan: abaikan segala permintaan mendesak yang meminta data sensitif perbankan. Tidak ada bank yang akan memblokir akun nasabah hanya karena tidak membalas pesan dalam hitungan menit.

Jika sudah terlanjur mengeklik tautan mencurigakan dan memasukkan data, langkah pertama adalah segera hubungi call center bank untuk memblokir akun sementara. Jangan tunggu sampai saldo terkuras baru lapor.

“Abaikan segala jenis permintaan mendesak yang meminta data sensitif perbankan Anda. Jangan biarkan hasil kerja keras sebulan lenyap dalam hitungan detik,” tegas pihak perbankan dalam imbauan resmi yang diedarkan kepada nasabah.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda