JAKARTA — Selasa pagi ini, IHSG membuka perdagangan dengan langsung terperosok ke zona merah. Indeks turun 19,34 poin atau 0,33 persen ke level 5.801,45 — masih betah di bawah 6.000 untuk hari kedua berturut-turut.
Pelaku pasar belum mau bergerak agresif. Mereka menunggu serangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis sepanjang pekan ini, termasuk data ketenagakerjaan Non-Farm Payrolls pada Kamis (1/7). Angka itu akan jadi petunjuk penting soal arah kebijakan suku bunga The Fed.
Indeks LQ45 — yang merangkum 45 saham unggulan — ikut tergerus 4,02 poin atau 0,70 persen ke posisi 568,99.
Dua Hari Berturut-turut di Zona Merah
Sehari sebelumnya, Senin (29/6), IHSG sudah lebih dulu jatuh lebih dalam. Indeks ditutup melemah 75,34 poin atau 1,28 persen ke posisi 5.820,79, dengan LQ45 anjlok 1,83 persen. Volume perdagangan pada sesi Senin mencapai 15,48 miliar saham dengan nilai transaksi Rp9,10 triliun — angka yang terbilang ramai, tapi mayoritas saham tetap merah: 449 saham melemah, hanya 214 yang menguat.
Tekanan itu datang dari dua arah sekaligus: ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas, dan kehati-hatian investor global menjelang data ekonomi AS.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat tajam akhir pekan lalu. Iran menyerang sejumlah kapal di Selat Hormuz, AS membalas dengan menyerang fasilitas militer Iran. Situasi sempat memicu kepanikan singkat di pasar global, meski kemudian sedikit mereda setelah ada sinyal pertemuan diplomatik di Doha, Qatar — walau Iran sendiri membantah ada agenda negosiasi.
“Kondisi ini membuat premi risiko geopolitik kembali meningkat, namun belum memicu kepanikan di pasar keuangan global,” kata Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Ke Mana IHSG Bisa Bergerak?
Liza memetakan dua skenario yang mungkin terjadi. Kalau rebound terjadi, IHSG berpotensi menguji level resistance di kisaran 5.996–6.013. Bila berhasil menembus area itu, penguatan bisa berlanjut ke 6.097 bahkan 6.221–6.287.
Tapi ada risiko sebaliknya. Bila support di 5.722 gagal dipertahankan, koreksi bisa makin dalam menuju 5.677 hingga 5.594.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.