Selasa, 30 Juni 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Putin Minta Pertahanan Udara Rusia Diperkuat di Tengah Serangan Drone

pertahanan udara
Foto: EvoSwatch / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

MOSKOW — Presiden Vladimir Putin meminta pertahanan udara Rusia diperkuat cepat setelah serangan drone Ukraina menghantam infrastruktur minyak di dalam negeri, Minggu, 28 Juni 2026. Putin menyebut Moskow masih mampu mengatasi dampak serangan itu, meski mengakui tekanan terhadap pasokan bahan bakar mulai terasa.

Permintaan itu datang saat perang Rusia-Ukraina memasuki lebih dari empat tahun dan serangan jarak jauh Ukraina makin sering menyasar kilang, depot, serta jaringan energi Rusia. Bagi pembaca, isu ini penting karena gangguan pada minyak dan bahan bakar bisa merembet ke harga, distribusi, dan kebijakan energi di negara sebesar Rusia.

Pertahanan udara jadi prioritas

Dalam wawancara televisi Rusia, Putin mengatakan tugas pertama pemerintah adalah menaikkan produksi sistem pertahanan udara yang paling dibutuhkan. Ia menegaskan serangan ke infrastruktur Rusia tidak akan mengubah arah operasi militer di garis depan.

“Tugas pertama adalah dengan cepat dan signifikan meningkatkan produksi sistem pertahanan udara yang paling dibutuhkan,” kata Putin, seperti dikutip media negara Rusia dan dilaporkan Reuters.

Ia juga menolak anggapan bahwa serangan ke wilayah Rusia bisa mengalihkan fokus Moskow dari medan perang di Ukraina. Menurut Putin, serangan apa pun ke infrastruktur dalam negeri tidak memengaruhi situasi di garis kontak tempur.

Pernyataan itu muncul di saat Kiev terus mendorong serangan drone jarak jauh ke fasilitas energi Rusia. CNBC menyebut Putin untuk pertama kalinya menjelaskan seberapa besar serangan semacam itu mengganggu produksi bahan bakar Rusia. Sumber itu juga melaporkan Kremlin menilai gangguan tersebut bersifat sementara.

Gangguan bahan bakar mulai terasa

Di kesempatan lain dalam pertemuan di Moskow, Putin mengakui ada kekurangan bahan bakar di sejumlah wilayah Rusia akibat serangan Ukraina. Namun ia mengatakan pemerintah sudah menangani situasi itu dan mempercepat perbaikan fasilitas yang rusak.

ABC Australia, yang juga mengutip pernyataan Putin, menyebut Rusia sedang menghadapi kelangkaan bahan bakar di beberapa daerah. Pemerintah, menurut laporan itu, bahkan mempertimbangkan pembatasan ekspor solar untuk menjaga pasokan domestik.

Soal ini penting. Sangat penting.

Pasokan bahan bakar di dalam negeri bukan cuma urusan industri. Ini menyangkut logistik, transportasi, hingga stabilitas harga di pasar lokal. Jika tekanan berlanjut, pemerintah Rusia bisa terpaksa memilih antara menjaga ekspor energi atau menahan konsumsi dalam negeri.

Putin, dalam pernyataan yang sama, menyebut Rusia tetap akan melanjutkan rencana militernya di garis depan. Ia menegaskan serangan drone Ukraina tidak akan menggoyahkan target Moskow di perang yang sudah berjalan lebih dari empat tahun itu.

Pesan politik ke Washington dan perang yang belum reda

Putin juga menyinggung hubungan Rusia-Amerika Serikat. Ia mengatakan menunggu tim negosiator AS datang ke Moskow setelah Washington menyepakati urusan dengan Iran. Dalam wawancara itu, ia menyebut Rusia siap melanjutkan pembicaraan dengan pihak Amerika.

“Kami siap melanjutkan negosiasi dan membahas semua detail,” ujar Putin.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah KTT G7 di Prancis, ketika Presiden AS Donald Trump mendorong Rusia agar membuat kesepakatan dengan Ukraina. Trump juga sempat memuji posisi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam perang, setelah sebelumnya mengatakan Kiev kekurangan kartu untuk menang.

Di lapangan, perang justru belum menunjukkan tanda mereda. Serangan balasan masih berjalan, dan sektor energi tetap jadi sasaran utama. The Hindu menyebut Putin berbicara pada hari yang sama ketika media Rusia mengutip ancaman terhadap infrastruktur minyak, sementara laporan lain dari SCMP menyoroti serangan Rusia terhadap Ukraina yang juga menimbulkan korban sipil.

Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan satu hal: energi sudah menjadi medan perang tersendiri. Bukan sekadar pelengkap. Siapa menguasai pasokan, dia punya tekanan tambahan dalam perang yang panjang ini.

Untuk Rusia, penguatan pertahanan udara berarti perlindungan aset vital di belakang garis depan. Untuk Ukraina, serangan ke fasilitas energi memberi cara menekan sumber daya lawan tanpa harus menembus pertahanan darat. Dan untuk dunia, setiap guncangan di pasar energi Rusia tetap punya efek berantai yang sulit diabaikan.

Putin menutup pesan utamanya dengan nada defensif, tetapi jelas. Rusia, katanya, akan terus bergerak di medan perang dan tetap memperbaiki kerusakan di dalam negeri. “Kami siap melanjutkan negosiasi,” ucapnya, sambil menegaskan bahwa tekanan dari drone Ukraina tidak akan menghentikan langkah Moskow.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda