Senin, 24 Agustus 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Meki Nawipa: Beasiswa unggulan Puncak Cerdas investasi SDM daerah

Meki Nawipa
Meki Nawipa

NABIRE — Kebutuhan akan tenaga kerja terampil di wilayah pegunungan Papua kini menjadi urgensi yang tak bisa ditunda. Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan bahwa program beasiswa unggulan Puncak Cerdas Tahun 2026 menjadi instrumen investasi strategis untuk memutus rantai keterbatasan akses pendidikan serta mempercepat pengembangan sumber daya manusia di provinsi baru ini.

Sebanyak 317 pelajar terpilih asal Kabupaten Puncak resmi menerima dukungan pembiayaan penuh. Mereka akan disebar ke berbagai perguruan tinggi di seluruh penjuru Indonesia. Program yang dirancang oleh Pemerintah Kabupaten Puncak di bawah kepemimpinan Bupati Elvis Tabuni ini, dipandang sebagai langkah konkret dalam memitigasi kesenjangan sosial-ekonomi melalui pendidikan tinggi.

Investasi Jangka Panjang SDM

Meki Nawipa saat melakukan kunjungan kerja ke Ilaga, Kabupaten Puncak, pada Senin (29/6/2026), menekankan bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk menjawab tantangan geografis yang selama ini menghambat mobilitas pelajar di Papua Tengah. Menurutnya, pengiriman 317 putra-putri daerah ini bukan hanya sekadar bantuan biaya, melainkan strategi menyiapkan kader pemimpin yang akan memegang kendali pembangunan daerah di masa depan.

“Mengirim ratusan anak daerah melanjutkan studi adalah modal pembangunan jangka panjang yang tidak ternilai harganya. Mereka adalah motor penggerak kemajuan di tanah kelahirannya sendiri,” ujar Meki Nawipa.

Sinergi antara visi Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan langkah taktis Pemerintah Kabupaten Puncak menjadi poin krusial dalam narasi pembangunan daerah. Meki mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur fisik yang masif tidak akan memberikan dampak ekonomi optimal bagi masyarakat jika tidak dibarengi dengan kesiapan kualitas manusia yang mengelolanya.

Sebaran Studi dan Adaptasi Budaya

Program ini dirancang untuk mencakup spektrum disiplin ilmu yang luas. Para penerima beasiswa Puncak Cerdas dijadwalkan menempuh studi di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Pemkab Puncak berkomitmen menanggung biaya pendidikan, biaya hidup, hingga biaya akomodasi hingga mereka meraih gelar sarjana.

Namun, tantangan terbesar bagi pelajar dari wilayah pegunungan bukan hanya masalah akademik. Lingkungan kampus di luar Papua seringkali menuntut adaptasi kultural yang sangat drastis. Untuk mengatasi hal tersebut, para penerima beasiswa diwajibkan mengikuti tahapan pembinaan khusus selama satu bulan di Semarang, Jawa Tengah.

Proses pembinaan ini dilakukan di bawah pengawasan Yayasan Binterbusih, sebuah lembaga yang memiliki rekam jejak panjang dalam mendampingi mahasiswa asal Papua. Fokusnya mencakup penguatan literasi akademik, penguasaan teknologi informasi, hingga pembangunan karakter (character building) untuk membantu para siswa beradaptasi dengan lingkungan baru yang sangat berbeda dengan daerah asal mereka di Puncak.

Akselerasi Pendidikan dalam RPJMD

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda