MEXICO CITY — sanksi AS kini menjerat dua warga Meksiko dan sembilan entitas yang diduga terhubung dengan jaringan penyelundupan bahan bakar dari Amerika Serikat ke Meksiko. Langkah itu diumumkan Kementerian Keuangan AS pada Selasa, 30 Juni, dan langsung menyorot bisnis gelap yang selama ini tumbuh di bayang-bayang perdagangan lintas batas.
Skema itu punya dampak besar. Bahan bakar selundupan dan minyak mentah curian disebut sudah menjadi sumber pendapatan terbesar kedua bagi kartel Meksiko setelah narkoba. Uang yang berputar dari bisnis ini mencapai ratusan juta dolar AS setiap tahun, menurut pemerintah AS. Bagi warga, artinya sederhana: pasar energi jadi lebih rapuh, penerimaan pajak bocor, dan aparat menghadapi jalur kejahatan yang makin rapi.
Sanksi AS sorot jaringan BBM dan CJNG
Dalam pernyataannya, Kementerian Keuangan AS mengatakan jaringan itu terkait dengan Kartel Generasi Baru Jalisco atau CJNG. Pemerintah AS menyebut jaringan ini memindahkan bahan bakar dari Amerika Serikat ke Meksiko tanpa membayar pajak impor yang besar.
Scott Bessent, Menteri Keuangan AS, menegaskan bahwa langkah hari ini menunjukkan bagaimana kartel di Meksiko terus memperluas sumber dana di luar perdagangan narkoba. “Aksi hari ini menyoroti sejauh mana kartel Meksiko berkembang melampaui perdagangan narkoba tradisional untuk menghasilkan pendapatan bagi organisasi kriminal mereka, yang terus memperdagangkan narkoba mematikan yang membunuh warga Amerika,” kata Bessent.
Pemerintah AS juga menilai skema ini berjalan lewat pemalsuan dokumen bea cukai, pembayaran suap kepada pejabat, dan pemanfaatan perusahaan cangkang di Meksiko serta Amerika Serikat. Rantai pergerakannya dibuat berlapis. Sulit dilacak. Dan itulah masalah utamanya.
Cara kerja skema dan celah pajak
Meksiko mengenakan pungutan IEPS pada berbagai barang, termasuk diesel dan bensin impor. Di atas kertas, mekanisme itu seharusnya membantu negara mengumpulkan penerimaan dari barang-barang tertentu. Di lapangan, jaringan kriminal justru memanfaatkan celahnya.
Menurut Kementerian Keuangan AS, kartel dan jejaringnya bisa menghindari pajak dengan salah mengklasifikasikan dokumen kepabeanan. Mereka juga diduga menyuap pejabat pemerintah. Begitu bahan bakar masuk ke Meksiko, produk itu dijual di stasiun bensin yang dikendalikan kartel dan titik-titik penjualan pinggir jalan yang tidak diatur, dengan margin keuntungan tinggi.
AS juga menyebut perusahaan-perusahaan di negaranya ikut memfasilitasi alur itu. Mereka membeli bahan bakar lewat hubungan dengan kilang besar dan distributor domestik, lalu mengalihkannya melalui jaringan perusahaan cangkang di kedua negara. Setelah uang terkumpul, hasilnya disamarkan lewat pembelian barang mewah, properti, dan aset investasi.
Nama-nama yang dijatuhi sanksi
Di antara pihak yang dikenai sanksi adalah Oscar Juraidini dan tujuh perusahaan yang disebut dimilikinya atau dikendalikan olehnya. Entitas itu meliputi Centro Cambiario La Peseta, OJ Living Trust, RK Real King, Soma Transporte y Servicios, Ogui Fletes, OF Transportes, dan perusahaan berbasis Inggris Cucumber Sweet Waves. Seluruhnya ditetapkan karena bertindak atas nama CJNG.
AS juga menjatuhkan sanksi kepada J. Refugio Ruiz dan dua perusahaan logistik miliknya, Jomadi Logistics & Cargo serta Ahavat Logistics Solution, karena memberikan dukungan material kepada kartel.
Kementerian Keuangan AS tak langsung merinci semua peran masing-masing entitas. Namun pola yang mereka gambarkan serupa: logistik, distribusi, pengalihan barang, lalu pencucian hasil kejahatan. Kombinasi ini membuat penindakan lintas negara makin rumit.
Jomadi Logistics & Cargo, Soma Transporte y Servicios, OF Transportes, dan Centro Cambiario La Peseta tidak segera merespons permintaan komentar. Juraidini, Ruiz, serta sejumlah perusahaan lain juga tidak berhasil dihubungi karena tidak ditemukan keberadaan daring atau informasi kontak yang memadai, menurut Reuters.
Kenapa kasus ini penting
Kasus ini penting bukan hanya untuk Meksiko. Jalur penyelundupan energi lintas perbatasan menyentuh harga, pajak, keamanan rantai pasok, dan kejahatan terorganisir. Ketika kartel bisa mendapat uang dari BBM, mereka tidak lagi bergantung pada satu sumber pendanaan.
Itu membuat tekanan pada aparat makin berat. Kartel punya cadangan dana untuk menyuap, membeli aset, dan mempertahankan jejaring. Di saat yang sama, pemerintah kehilangan potensi penerimaan dari pajak dan bea impor. Konsumen pun bisa terdampak lewat pasar bahan bakar yang tak sehat dan persaingan yang tidak adil.
Untuk bank dan lembaga keuangan, AS juga mengeluarkan panduan baru agar mereka bisa mengenali tanda bahaya dalam perdagangan bahan bakar lintas batas. Langkah ini menandakan pemerintah AS ingin menekan bukan hanya pelaku lapangan, tapi juga aliran uang yang menopang operasi mereka.
Seperti disampaikan Bessent, perang melawan kartel kini bukan cuma soal narkoba. Soal uang. Soal jalur logistik. Soal siapa yang bisa mengendalikan ekonomi bayangan di perbatasan. “Aksi hari ini menyoroti sejauh mana kartel Meksiko berkembang melampaui perdagangan narkoba tradisional,” kata dia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.