MEXICO CITY — Visa López Beltran dicabut Amerika Serikat, dan kabar itu langsung menyeret nama Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum ke dalam polemik baru dengan Washington. Andres Manuel Lopez Beltran, putra mantan Presiden Andres Manuel Lopez Obrador, mengungkapkan pencabutan visa perjalanannya lewat surat kepada Presiden AS Donald Trump yang dirilis pada Kamis malam.
Langkah ini memicu pertanyaan besar di Meksiko. Bukan cuma soal alasan pencabutan, tapi juga soal apakah kebijakan visa AS mulai dipakai untuk menekan figur-figur politik yang dianggap dekat dengan isu kartel, korupsi, dan migrasi ilegal.
Visa López Beltran dan tudingan keputusan politik
Dalam suratnya, Lopez Beltran menyebut keputusan itu diambil atas perintah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Wakil Menteri Luar Negeri Christopher Landau. Ia menolak anggapan bahwa dirinya terlibat dalam tindakan ilegal.
“There is no reason whatsoever to justify such an arrogant action,” tulisnya dalam surat yang juga memuat keberatannya atas tidak adanya bukti yang mengaitkannya dengan pelanggaran hukum.
Ia menilai langkah itu sebagai tindakan “a crude and perverse act” dari otoritas Amerika Serikat dan figur-figur garis keras yang memberi label politik seperti “communists,” “threats to U.S. security,” atau “narco-terrorists.”
Pada bagian lain suratnya, pria 39 tahun itu mengatakan dirinya tak punya persoalan untuk tidak lagi berkunjung ke Amerika Serikat. Ia bahkan menyebut negara itu sedang melewati masa yang ditandai kebencian, rasisme, dan kecanduan narkoba.
Washington memperketat visa pejabat Meksiko
Kasus visa López Beltran muncul di saat Washington memperluas tekanan terhadap tokoh-tokoh publik Meksiko yang diduga punya kaitan dengan kejahatan terorganisir. Menurut laporan Reuters pada Oktober, pemerintahan Trump telah mencabut hak perjalanan setidaknya 50 politisi dan pejabat Meksiko lintas partai sebagai bagian dari langkah anti-kartel.
Pejabat Departemen Luar Negeri AS menyebut revokasi visa semacam itu ditujukan kepada individu yang terlibat dalam korupsi, penyelundupan narkotika, atau membantu migrasi ilegal. Sampai sejauh ini, Departemen Luar Negeri AS belum memberi tanggapan publik atas klaim Lopez Beltran. Kedutaan Besar AS di Meksiko juga memilih tidak berkomentar.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.