Sabtu, 15 Agustus 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

AS Cabut Visa López Beltran, Sheinbaum Sebut Intervensi

Visa López Beltran dicabut di tengah polemik politik Meksiko
Visa López Beltran dicabut AS saat Meksiko menyoroti dugaan intervensi politik. (Ilustrasi: AI)

MEXICO CITY — Visa López Beltran dicabut Amerika Serikat, dan kabar itu langsung menyeret nama Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum ke dalam polemik baru dengan Washington. Andres Manuel Lopez Beltran, putra mantan Presiden Andres Manuel Lopez Obrador, mengungkapkan pencabutan visa perjalanannya lewat surat kepada Presiden AS Donald Trump yang dirilis pada Kamis malam.

Langkah ini memicu pertanyaan besar di Meksiko. Bukan cuma soal alasan pencabutan, tapi juga soal apakah kebijakan visa AS mulai dipakai untuk menekan figur-figur politik yang dianggap dekat dengan isu kartel, korupsi, dan migrasi ilegal.

Visa López Beltran dan tudingan keputusan politik

Dalam suratnya, Lopez Beltran menyebut keputusan itu diambil atas perintah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Wakil Menteri Luar Negeri Christopher Landau. Ia menolak anggapan bahwa dirinya terlibat dalam tindakan ilegal.

“There is no reason whatsoever to justify such an arrogant action,” tulisnya dalam surat yang juga memuat keberatannya atas tidak adanya bukti yang mengaitkannya dengan pelanggaran hukum.

Ia menilai langkah itu sebagai tindakan “a crude and perverse act” dari otoritas Amerika Serikat dan figur-figur garis keras yang memberi label politik seperti “communists,” “threats to U.S. security,” atau “narco-terrorists.”

Pada bagian lain suratnya, pria 39 tahun itu mengatakan dirinya tak punya persoalan untuk tidak lagi berkunjung ke Amerika Serikat. Ia bahkan menyebut negara itu sedang melewati masa yang ditandai kebencian, rasisme, dan kecanduan narkoba.

Washington memperketat visa pejabat Meksiko

Kasus visa López Beltran muncul di saat Washington memperluas tekanan terhadap tokoh-tokoh publik Meksiko yang diduga punya kaitan dengan kejahatan terorganisir. Menurut laporan Reuters pada Oktober, pemerintahan Trump telah mencabut hak perjalanan setidaknya 50 politisi dan pejabat Meksiko lintas partai sebagai bagian dari langkah anti-kartel.

Pejabat Departemen Luar Negeri AS menyebut revokasi visa semacam itu ditujukan kepada individu yang terlibat dalam korupsi, penyelundupan narkotika, atau membantu migrasi ilegal. Sampai sejauh ini, Departemen Luar Negeri AS belum memberi tanggapan publik atas klaim Lopez Beltran. Kedutaan Besar AS di Meksiko juga memilih tidak berkomentar.

Di titik ini, pesan Washington terbaca keras. Siapa pun yang masuk radar kebijakan itu bisa kehilangan akses ke AS, termasuk figur politik yang belum tentu berstatus tersangka di dalam negeri. Dampaknya tidak kecil. Reputasi politik ikut kena, hubungan bilateral memanas, dan ruang manuver elite Meksiko di hadapan pemilih bisa berubah cepat ketika isu visa mendadak jadi amunisi politik.

Sheinbaum sebut intervensi dalam politik Meksiko

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada Jumat mengatakan dirinya tidak mengetahui adanya penyelidikan kejaksaan domestik terhadap Lopez Beltran. Ia menegaskan bahwa tindakan visa AS terhadap warga Meksiko yang disebut “politically exposed” menyangkut kedaulatan nasional.

“This amounts to interference in Mexican politics,” kata Sheinbaum. “I see no other reason for it.”

Pernyataan itu menempatkan pemerintahannya dalam posisi sensitif. Sheinbaum kini harus menjaga jarak dari keluarga politik pendahulunya sekaligus merespons tekanan dari Washington tanpa terlihat tunduk. Bloomberg menyebut situasi ini bisa menjadi beban tersendiri bagi Sheinbaum, karena isu visa menyentuh elite politik di tengah hubungan yang sudah tegang soal kartel dan keamanan perbatasan.

Lopez Beltran sendiri baru saja mundur dari jabatan kepemimpinan di partai Morena, partai berkuasa yang didirikan ayahnya. Ia juga disebut tengah bersiap membidik kursi di majelis rendah Kongres Meksiko pada pemilu paruh waktu 2027, kemungkinan dari daerah pemilihannya di Tabasco. Suratnya ke Trump menutup dengan harapan agar presiden AS itu menanggapi poin-poin yang ia ajukan.

Dalam surat yang sama, Lopez Beltran mengutip surat publik sang ayah pada Juni lalu. Saat itu, Lopez Obrador menuduh Washington memakai “interventionist and unscrupulous practices” untuk menguatkan oposisi sayap kanan Meksiko dan melemahkan gerakan kiri yang ia bangun.

Kini, tudingan lama itu kembali terdengar keras di Mexico City, tepat saat visa López Beltran menjadi pusat sengketa baru antara dua negara tetangga tersebut.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda