Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Sanksi AS ke Jaringan Penyelundupan BBM Meksiko, 2 WN Disasar

Sanksi AS ke Jaringan Penyelundupan BBM Meksiko, 2 WN Disasar
Foto: MassDOT

MEXICO CITY — sanksi AS kini menjerat dua warga Meksiko dan sembilan entitas yang diduga terhubung dengan jaringan penyelundupan bahan bakar dari Amerika Serikat ke Meksiko. Langkah itu diumumkan Kementerian Keuangan AS pada Selasa, 30 Juni, dan langsung menyorot bisnis gelap yang selama ini tumbuh di bayang-bayang perdagangan lintas batas.

Skema itu punya dampak besar. Bahan bakar selundupan dan minyak mentah curian disebut sudah menjadi sumber pendapatan terbesar kedua bagi kartel Meksiko setelah narkoba. Uang yang berputar dari bisnis ini mencapai ratusan juta dolar AS setiap tahun, menurut pemerintah AS. Bagi warga, artinya sederhana: pasar energi jadi lebih rapuh, penerimaan pajak bocor, dan aparat menghadapi jalur kejahatan yang makin rapi.

Sanksi AS sorot jaringan BBM dan CJNG

Dalam pernyataannya, Kementerian Keuangan AS mengatakan jaringan itu terkait dengan Kartel Generasi Baru Jalisco atau CJNG. Pemerintah AS menyebut jaringan ini memindahkan bahan bakar dari Amerika Serikat ke Meksiko tanpa membayar pajak impor yang besar.

Scott Bessent, Menteri Keuangan AS, menegaskan bahwa langkah hari ini menunjukkan bagaimana kartel di Meksiko terus memperluas sumber dana di luar perdagangan narkoba. “Aksi hari ini menyoroti sejauh mana kartel Meksiko berkembang melampaui perdagangan narkoba tradisional untuk menghasilkan pendapatan bagi organisasi kriminal mereka, yang terus memperdagangkan narkoba mematikan yang membunuh warga Amerika,” kata Bessent.

Pemerintah AS juga menilai skema ini berjalan lewat pemalsuan dokumen bea cukai, pembayaran suap kepada pejabat, dan pemanfaatan perusahaan cangkang di Meksiko serta Amerika Serikat. Rantai pergerakannya dibuat berlapis. Sulit dilacak. Dan itulah masalah utamanya.

Cara kerja skema dan celah pajak

Meksiko mengenakan pungutan IEPS pada berbagai barang, termasuk diesel dan bensin impor. Di atas kertas, mekanisme itu seharusnya membantu negara mengumpulkan penerimaan dari barang-barang tertentu. Di lapangan, jaringan kriminal justru memanfaatkan celahnya.

Menurut Kementerian Keuangan AS, kartel dan jejaringnya bisa menghindari pajak dengan salah mengklasifikasikan dokumen kepabeanan. Mereka juga diduga menyuap pejabat pemerintah. Begitu bahan bakar masuk ke Meksiko, produk itu dijual di stasiun bensin yang dikendalikan kartel dan titik-titik penjualan pinggir jalan yang tidak diatur, dengan margin keuntungan tinggi.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda