Jumat, 3 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Aktivitas Kegempaan Juni 2026: Gempa M6.7 Palu hingga M7.7 Filipina

Aktivitas Kegempaan Juni 2026
Gempa Juni 2026 di Indonesia tercatat aktif sepanjang awal bulan, dengan dua kejadian besar yang paling menyita perhatian yaitu M6.7 mengguncang Palu. Credit: JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Gempa Juni 2026 di Indonesia tercatat aktif sepanjang awal bulan, dengan dua kejadian besar yang paling menyita perhatian yaitu M6.7 mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, pada 16 Juni 2026, dan M7.7 dari Filipina pada 8 Juni 2026 sempat memicu peringatan tsunami kecil di Sulawesi Utara.

Rangkaian gempa itu berdampak langsung. Di Palu dan Sigi, korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan bangunan membuat warga harus waspada terhadap gempa susulan. Di wilayah utara Sulawesi, sensor pasang surut BMKG merekam kenaikan muka air laut beberapa sentimeter hingga puluhan sentimeter sebelum peringatan tsunami dicabut pada hari yang sama.

Gempa M6.7 di Palu rusak ribuan bangunan

Gempa terkuat di dalam negeri terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 10.27 WIB. BMKG mencatat magnitudo 6,7 dengan kedalaman 10 kilometer, berpusat di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Getaran gempa dirasakan kuat pada skala VI-VII MMI di Palu dan Sigi. Di Parigi Moutong, Donggala, dan Poso, intensitasnya berada pada level V-VI MMI. Dampaknya tidak kecil. BMKG bersama BPBD melaporkan 3 orang tewas dan 125 orang luka-luka.

Kerusakan paling parah tercatat di Sigi, dengan lebih dari 2.500 bangunan rusak atau hancur. Jembatan Palu III juga retak. Atap Hotel Santika dan sebuah kafe runtuh akibat guncangan.

BMKG menyebut gempa itu dipicu aktivitas Sesar Sausu atau Palolo. Hingga Selasa siang, lembaga itu mencatat lebih dari 1.176 gempa susulan, dengan yang terbesar bermagnitudo 5,2. BMKG menegaskan gempa itu tidak berpotensi tsunami.

Gempa M7.7 Filipina sempat picu peringatan tsunami

Gempa besar kedua terjadi pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 06.37 WIB. Episentrumnya berada di laut, sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara. BMKG mencatat magnitudo 7,7 dengan kedalaman 47 kilometer.

Dampaknya terasa sampai wilayah utara Sulawesi. BMKG sempat mengeluarkan peringatan tsunami setelah gempa di Mindanao, Filipina, itu. Sensor tide gauge mendeteksi kenaikan muka air laut di beberapa titik.

Di Melonguane, muka air laut naik 0,32 meter pada pukul 07.27 WIB. Di Tahuna, kenaikannya 0,3 meter pada pukul 06.58 WIB. Sementara itu, di Talengan tercatat 0,75 meter pada pukul 08.20 WIB. Warga Miangas dan Melonguane juga merasakan getaran hingga VI MMI.

Peringatan tsunami kemudian berakhir pada siang hari. BMKG juga mencatat rentetan susulan dari gempa Filipina. Sampai 9 Juni 2026 pukul 14.00 WIB, tercatat 152 gempa susulan, dengan yang terbesar M6.7.

Dua gempa susulan lain, M5.1 pukul 13.15 WIB dan M5.3 pukul 23.49 WIB di Laut Sulawesi sekitar Sangihe, ikut masuk catatan BMKG. Lembaga itu kembali menegaskan kejadian tersebut tidak berpotensi tsunami.

Deretan gempa M5+ sepanjang Juni 2026

Selain dua gempa besar itu, BMKG juga merilis sejumlah gempa bermagnitudo 5 ke atas sepanjang Juni 2026. Di antaranya gempa M6.0 di Laut Maluku Barat Daya pada 5 Juni, gempa M5.7 di Laut Maluku, Sulawesi Utara, pada 7 Juni, gempa M5.4 di Sarmi, Papua, pada 2 Juni, serta gempa M2.6 di Tanggamus, Lampung, pada 6 Juni yang tidak dirasakan.

Tanggal Lokasi Magnitudo Kedalaman Tsunami
2 Juni Sarmi, Papua 5.4 10 km Tidak
5 Juni Laut Maluku Barat Daya 6.0 131 km Tidak
6 Juni Tanggamus, Lampung 2.6 5 km Tidak dirasakan
7 Juni Laut Maluku, Sulut 5.7 32 km Tidak

Di tingkat global, BMKG mencatat sepanjang Juni 2026 terjadi 3 gempa bermagnitudo 7 ke atas, 17 gempa M6+, dan 153 gempa M5+. Data itu menunjukkan periode awal Juni memang padat aktivitas seismik, baik di Indonesia maupun kawasan sekitarnya.

Imbauan BMKG untuk warga

Deputi Geofisika BMKG Nelly Florida R. meminta masyarakat tetap tenang, namun tidak lengah menghadapi gempa susulan. BMKG mengingatkan warga untuk hanya merujuk pada kanal resmi, seperti situs bmkg.go.id, akun @infoBMKG, kanal Telegram InaTEWS_BMKG, dan aplikasi WRS-BMKG.

BMKG juga mengulang langkah aman saat gempa kuat: jatuh, merangkak, dan bertahan di bawah meja. Warga diminta menjauh dari kaca dan benda yang bisa jatuh. Untuk wilayah pesisir, BMKG mengimbau segera menuju dataran tinggi bila gempa bermagnitudo di atas M7 dirasakan lebih dari 20 detik. Jangan menunggu sirine tsunami.

Gempa Juni 2026 memberi dua pelajaran sekaligus. Satu, ancaman gempa tidak selalu datang dari dekat. Dua, gempa besar di laut tetap punya dampak ke Indonesia, meski sumbernya di luar wilayah nasional.

FAQ:

Q: Gempa terbesar Juni 2026 di Indonesia?

A: Gempa M6.7 Palu, Sulawesi Tengah, pada 16 Juni 2026 pukul 10.27 WIB, dengan kedalaman 10 kilometer.

Q: Gempa Filipina M7.7 pada 8 Juni 2026 berdampak tsunami?

A: Iya, tsunami kecil sempat terpantau di Sulawesi Utara, dengan tinggi muka air laut tertinggi 0,75 meter di Talengan. Peringatan kemudian berakhir pada hari yang sama.

Disclaimer: Data bersumber dari siaran pers BMKG 8-9 Juni 2026 dan Wikipedia. Penghitungan korban masih sementara dan bisa berubah.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda