PALU — Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa kehadiran Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Sulawesi Tengah dapat memperkuat pembangunan daerah secara signifikan. Sinergi strategis ini akan diwujudkan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah provinsi serta berbagai elemen masyarakat setempat untuk mendorong kemajuan wilayah.
Dampak dari sinergi ini diharapkan mampu mempercepat realisasi program-program prioritas daerah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan mutu pendidikan. Kehadiran wadah berkumpulnya para intelektual ini diyakini menjadi motor penggerak baru dalam merumuskan kebijakan publik yang lebih inklusif dan berbasis data lapangan.
“Hari ini alhamdulillah ada sebuah kekuatan baru lagi, pilar baru di Sulawesi Tengah yang lahir untuk bisa kita berkolaborasi bersama membangun Sulawesi Tengah,” ujar Anwar Hafid saat memberikan keterangan pers di Kota Palu, Ahad.
Modal Besar bagi Kemajuan Sulawesi Tengah
Bagi Anwar Hafid, keberadaan wadah alumni pergerakan seperti ini bukan sekadar formalitas seremonial belaka. Pemerintah daerah melihat potensi besar dari ribuan alumni yang kini tersebar di berbagai sektor strategis, mulai dari birokrasi, akademisi, pengusaha, hingga politisi, untuk menyumbangkan pemikiran konkret demi masa depan daerah.
Tantangan geografis dan sosial-ekonomi di Sulawesi Tengah saat ini membutuhkan penanganan yang komprehensif. IKA PMII dinilai memiliki kapasitas intelektual mumpuni untuk menyodorkan solusi atas berbagai tantangan riil tersebut. Kontribusi yang dinantikan bukan hanya aksi sosial sesaat di lapangan, melainkan juga konsep pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan.
“Kontribusi ide, gagasan, dan saran-saran konstruktif dari seluruh elemen, termasuk IKA PMII, sangat dibutuhkan untuk membangun Sulawesi Tengah yang lebih maju,” kata Anwar menambahkan.
Dalam momentum tersebut, Anwar Hafid juga resmi dikukuhkan sebagai anggota kehormatan IKA PMII Sulawesi Tengah. Hubungan emosional baru ini diharapkan mampu memangkas sekat birokrasi dan mempererat komunikasi timbal-balik antara pengambil kebijakan dan para pemikir di lingkaran alumni pergerakan.
“Bagi saya ini sebuah kebanggaan tersendiri, karena PMII menjadikan saya sebagai bagian dari keluarga besar mereka,” ucapnya dengan nada optimistis.
Struktur Pengurus Baru dan Fokus SDM
Pelantikan pengurus baru ini mengusung tema besar yang berfokus penuh pada kualitas manusia. Tema “Optimalisasi dan Penguatan SDM Alumni Pergerakan Mewujudkan Sulteng Nambaso” sengaja dipilih untuk menegaskan arah gerakan organisasi ke depan yang lebih menitikberatkan pada pembangunan kapasitas SDM lokal. Langkah ini dinilai sangat relevan mengingat tantangan bonus demografi yang sedang dihadapi wilayah Indonesia Timur.
Berikut adalah susunan inti kepengurusan PW IKA PMII Sulawesi Tengah periode terbaru yang akan mengawal program kerja organisasi selama beberapa tahun ke depan:
| Jabatan | Nama Pengurus |
|---|---|
| Ketua Umum | Rahmawati M Nur |
| Sekretaris | Sahran Raden |
| Bendahara | Muhammad Safri |
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Besar (PB) IKA PMII periode 2025-2030, Fathan Subchi. Kehadiran pengurus pusat ke Kota Palu ini menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi di wilayah Indonesia Timur yang kini tengah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru nasional berkat sektor industri dan hilirisasi.
Menjadi Mitra Kritis Pemerintah
Sementara itu, Ketua Umum PB IKA PMII, Fathan Subchi, meminta para alumni di Sulawesi Tengah tidak mengambil sikap pasif dalam dinamika sosial politik. Alumni harus berani mengambil peran kepemimpinan di berbagai lini pembangunan daerah guna memastikan hak-hak masyarakat terpenuhi.
Fathan menekankan bahwa organisasi ini harus menempatkan diri sebagai mitra kritis pemerintah. Artinya, dukungan terhadap program pembangunan yang pro-rakyat tetap diberikan sepenuhnya, namun fungsi pengawasan jalannya kebijakan publik harus berjalan ketat demi mencegah terjadinya penyimpangan kekuasaan. Ini krusial.
“Kita ingin demokrasi melahirkan manfaat nyata bagi rakyat di tingkat akar rumput. Semua elemen harus bersatu, saling menguatkan, dan bersama-sama mengawal pembangunan agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Fathan menegaskan tanggung jawab moral organisasi.
Langkah berikutnya dari kepengurusan baru ini adalah merumuskan program kerja taktis hasil rekomendasi wilayah. Program kerja tersebut diproyeksikan menyasar sektor penguatan pendidikan karakter, pemberdayaan ekonomi umat berbasis pesantren, serta pelatihan kepemimpinan untuk pemuda di wilayah pelosok Sulawesi Tengah.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.