Pelantikan pengurus baru ini mengusung tema besar yang berfokus penuh pada kualitas manusia. Tema “Optimalisasi dan Penguatan SDM Alumni Pergerakan Mewujudkan Sulteng Nambaso” sengaja dipilih untuk menegaskan arah gerakan organisasi ke depan yang lebih menitikberatkan pada pembangunan kapasitas SDM lokal. Langkah ini dinilai sangat relevan mengingat tantangan bonus demografi yang sedang dihadapi wilayah Indonesia Timur.
Berikut adalah susunan inti kepengurusan PW IKA PMII Sulawesi Tengah periode terbaru yang akan mengawal program kerja organisasi selama beberapa tahun ke depan:
| Jabatan | Nama Pengurus |
|---|---|
| Ketua Umum | Rahmawati M Nur |
| Sekretaris | Sahran Raden |
| Bendahara | Muhammad Safri |
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Besar (PB) IKA PMII periode 2025-2030, Fathan Subchi. Kehadiran pengurus pusat ke Kota Palu ini menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi di wilayah Indonesia Timur yang kini tengah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru nasional berkat sektor industri dan hilirisasi.
Menjadi Mitra Kritis Pemerintah
Sementara itu, Ketua Umum PB IKA PMII, Fathan Subchi, meminta para alumni di Sulawesi Tengah tidak mengambil sikap pasif dalam dinamika sosial politik. Alumni harus berani mengambil peran kepemimpinan di berbagai lini pembangunan daerah guna memastikan hak-hak masyarakat terpenuhi.
Fathan menekankan bahwa organisasi ini harus menempatkan diri sebagai mitra kritis pemerintah. Artinya, dukungan terhadap program pembangunan yang pro-rakyat tetap diberikan sepenuhnya, namun fungsi pengawasan jalannya kebijakan publik harus berjalan ketat demi mencegah terjadinya penyimpangan kekuasaan. Ini krusial.
“Kita ingin demokrasi melahirkan manfaat nyata bagi rakyat di tingkat akar rumput. Semua elemen harus bersatu, saling menguatkan, dan bersama-sama mengawal pembangunan agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Fathan menegaskan tanggung jawab moral organisasi.
Langkah berikutnya dari kepengurusan baru ini adalah merumuskan program kerja taktis hasil rekomendasi wilayah. Program kerja tersebut diproyeksikan menyasar sektor penguatan pendidikan karakter, pemberdayaan ekonomi umat berbasis pesantren, serta pelatihan kepemimpinan untuk pemuda di wilayah pelosok Sulawesi Tengah.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.