PALU, JOURNALARTA.COM – Gempa magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 04.17 WIB dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa.
Getaran dirasakan warga Kota Sigi Biromaru dan Kota Palu dalam skala II-III MMI cukup untuk menggetarkan jendela dan perabotan ringan, namun tidak sampai merusak bangunan. Bagi warga yang terbangun dini hari, sensasinya terasa seperti ada benda berat jatuh di sekitar rumah.
Detail Teknis Gempa
Berdasarkan data Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, pusat gempa berada di koordinat 1,38° Lintang Selatan, 119,92° Bujur Timur sekitar 12 km arah barat daya Kota Sigi Biromaru, di daratan. Kedalaman hiposenter tercatat 10 kilometer.
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Waktu | Selasa, 16 Juni 2026 pukul 04.17.22 WIB |
| Magnitudo | 4,0 |
| Kedalaman | 10 km |
| Lokasi | 12 km barat daya Sigi Biromaru |
| Jenis | Tektonik, sesar aktif |
| Potensi Tsunami | Tidak ada |
| Intensitas Getaran | II–III MMI |
Gempa berjenis tektonik ini dipicu pergerakan sesar aktif yang melintasi wilayah tersebut. Kedalamannya yang relatif dangkal hanya 10 km membuat getarannya cukup terasa di permukaan meski magnitudo tidak tergolong besar.
Wilayah Sigi Termasuk Zona Rawan Gempa
Kepala Bidang Gempabumi dan Tsunami BMKG menyebut Sulawesi Tengah sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas kegempaan paling tinggi di Indonesia karena dilewati sejumlah jalur sesar aktif.
“Gempa lokal dangkal seperti ini memang terasa cukup kuat di permukaan meski kekuatannya tidak besar. Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan,” kata Kepala Bidang Gempabumi dan Tsunami BMKG dalam keterangan resminya.
Kabupaten Sigi sendiri menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak gempa besar 7,4 magnitudo pada September 2018 silam. Kejadian itu menewaskan ribuan orang dan meratakan ribuan bangunan. Rekam jejak itu membuat setiap gempa di wilayah ini selalu mendapat perhatian serius dari otoritas maupun warga setempat.
Imbauan untuk Warga
BMKG meminta warga tidak panik, tapi tetap waspada. Beberapa langkah yang direkomendasikan yaitu periksa kondisi bangunan tempat tinggal pastikan tidak ada retakan struktural baru pasca-getaran dan siapkan jalur evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi gempa lebih besar.
Soal informasi yang beredar di media sosial, BMKG menegaskan agar warga hanya merujuk pada sumber resmi. Hoaks seputar gempa kerap memicu kepanikan yang tidak perlu.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan material maupun korban jiwa dari dinas terkait di lapangan. BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah Sulawesi Tengah.
Masyarakat bisa memantau informasi terkini lewat situs resmi bmkg.go.id, aplikasi Info BMKG, akun @infoBMKG di berbagai platform media sosial, atau menghubungi hotline 117.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.