Senin, 29 Juni 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Korban gempa di Sigi terima bantuan perabotan rumah tangga

Korban gempa di Sigi terima bantuan perabotan rumah tangga dari Kementerian Sosial di posko huntara.
Korban gempa di Sigi terima bantuan perabotan rumah tangga senilai Rp3 juta dari Kemensos. (Ilustrasi: AI)

SIGI — Korban gempa di Sigi terima bantuan perabotan rumah tangga senilai Rp3 juta per kepala keluarga dari Kementerian Sosial untuk memulihkan kondisi ekonomi mereka pascabencana. Uluran tangan ini menjadi angin segar bagi ratusan keluarga yang kehilangan harta benda dalam sekejap akibat guncangan tektonik yang merusak pemukiman mereka. Saat ini, para korban gempa di Sigi terima bantuan tersebut secara bertahap guna memastikan mereka dapat kembali menyusun kehidupan yang layak di tengah keterbatasan.

Bagi warga terdampak yang kini terpaksa bertahan di posko pengungsian dan hunian sementara (huntara) di wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, bantuan ini bukan sekadar angka. Kehilangan tempat tinggal sekaligus peralatan penunjang hidup sehari-hari sempat membuat warga frustrasi. Kehadiran kasur, kompor, dan peralatan dapur dasar sangat krusial untuk mengembalikan fungsi domestik keluarga di lokasi pengungsian darurat.

Pemerintah daerah memastikan proses distribusi bantuan logistik dan dana stimulan ini berjalan paralel dengan pembangunan infrastruktur darurat di lokasi terdampak. Sinergi ini diambil agar warga tidak terlalu lama telantar di tenda-tenda komunal yang minim privasi.

Rincian Santunan dan Biaya Hidup Korban Gempa di Sigi

Pemerintah Kabupaten Sigi tidak hanya fokus pada penyediaan tempat tinggal sementara. Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menjelaskan bahwa jaminan kelangsungan hidup harian bagi warga terdampak juga menjadi prioritas utama instansinya saat ini. Langkah cepat harus diambil demi menjaga kesehatan fisik dan mental para pengungsi.

“Jadi, dana perabotan rumah tangga senilai Rp3 juta merupakan bantuan dari Kementerian Sosial,” kata Moh Rizal Intjenae saat meninjau posko pengungsian di Kecamatan Dolo.

Selain dana isi rumah untuk para korban gempa di Sigi terima bantuan, warga terdampak di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo dipastikan menerima biaya hidup senilai Rp15 ribu per jiwa setiap harinya. Uang saku harian ini sangat penting untuk menyambung dapur umum mandiri di tenda keluarga. Skema santunan khusus juga disiapkan untuk korban cedera fisik dengan rincian sebagai berikut:

Kategori Korban Nilai Santunan (Rp)
Luka Ringan 2.000.000
Luka Berat 5.000.000
Meninggal Dunia (Ahli Waris) 15.000.000

Bupati Rizal menambahkan, berdasarkan data medis di lapangan, total warga yang mengalami luka-luka akibat guncangan gempa bumi ini mencapai 92 orang. Mayoritas korban mengalami luka ringan akibat terkena reruntuhan material bangunan rumah mereka saat mencoba menyelamatkan diri.

“Total warga mengalami luka-luka akibat gempa bumi sebanyak 92 orang terdiri atas 78 luka ringan dan 14 lainnya luka berat,” ucap Rizal memaparkan data penanganan medis.

Percepatan Pembangunan Huntara Sigi

Fase tanggap darurat kini mulai bergeser ke arah pemulihan jangka menengah. Fokus utama dinas pekerjaan umum setempat adalah merampungkan pembangunan puluhan unit hunian sementara di titik pengungsian terpadu. Huntara ini dirancang lebih kokoh dibanding tenda darurat guna mengantisipasi cuaca buruk.

Saat ini pemerintah daerah fokus untuk pembangunan 50 unit hunian sementara di Kecamatan Nokilalaki. Kawasan ini merupakan salah satu titik dengan kerusakan infrastruktur pemukiman paling parah akibat posisinya yang sangat dekat dengan episentrum gempa.

Pembersihan lahan dari sisa puing beton terus dikebut menggunakan alat berat. Pemerintah daerah menargetkan seluruh area pembangunan huntara sudah bersih total sebelum memasuki bulan depan demi kelancaran mobilisasi material bangunan. Alat berat dikerahkan hampir 24 jam di beberapa titik krusial.

“Mulai tanggal 1 Juli mendatang sudah masuk masa rehabilitasi dan rekonstruksi, sehingga lokasi pembangunan huntara harus segera dibersihkan dari sisa-sisa puing runtuhan rumah warga,” sebut Rizal.

Data Kerusakan Rumah Capai Ribuan Unit

Skala kerusakan akibat bencana tektonik ini memang tergolong masif. Satgas Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Sigi merilis data terbaru mengenai klasifikasi tingkat kerusakan bangunan milik warga di beberapa kecamatan. Pendataan dilakukan secara presisi dari rumah ke rumah oleh tim teknis dinas pemukiman.

Hingga Minggu siang, data menunjukkan ribuan rumah mengalami kerusakan dengan derajat yang bervariasi. Kerusakan ini tersebar di sepanjang jalur patahan aktif yang melintasi wilayah Sigi. Struktur tanah yang labil memperparah dampak guncangan pada konstruksi rumah warga yang mayoritas belum ramah gempa.

Rusak Berat: 281 unit
Rusak Sedang: 1.191 unit
Rusak Ringan: 1.967 unit

Dengan total kerusakan yang menembus angka 3.439 unit rumah, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengupayakan dana stimulan perbaikan rumah pada tahap rehabilitasi nanti. Skema pencairan dana stimulan ini akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing bangunan. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih kerap terjadi.

Kini, fokus utama beralih ke masa depan pemulihan ekonomi lokal. Pemerintah daerah merencanakan pelatihan keterampilan usaha mikro bagi para korban di pengungsian agar mereka tidak hanya bergantung pada bantuan sosial. Ke depan, kemandirian ekonomi pascabencana akan menjadi kunci utama Sigi untuk bangkit lebih kuat dari dampak gempa ini.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram