JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan harga acuan batu bara untuk periode pertama Juli 2026 di semua kategori kalori. Kenaikan ini langsung menyentuh biaya operasional pembangkit listrik, pabrik semen, dan puluhan ribu industri lain yang bergantung pada batu bara sebagai bahan bakar utama.
Melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 274.K/MB.01/MEM.B/2026, semua kategori kalori mengalami peningkatan harga dibanding periode kedua Juni. Kenaikan berkisar US$0,72 hingga US$2,67 per ton, tergantung kualitas batu bara. Dampaknya akan terasa di tagihan listrik konsumen dan marjin keuntungan produsen dalam waktu dekat.
Semua Kategori Batu Bara Naik
ESDM menetapkan harga acuan berdasarkan kandungan kalori—diukur dalam Kcal/kg GAR (kilo kalori per kilogram Gross Air Received). Semakin tinggi kalori, semakin mahal dan semakin efisien energinya.
Batu bara berkualitas tertinggi, kategori dengan 6.322 kcal/kg GAR, ditetapkan US$126,58 per ton untuk periode pertama Juli. Dua minggu lalu harganya hanya US$123,91 per ton. Selisih US$2,67 per ton mungkin terlihat kecil, tapi untuk pembeli besar—pembangkit listrik menelan jutaan ton setahun—ini berarti tambahan jutaan dolar.
Kategori kedua, batu bara 5.300 kcal/kg GAR, naik ke US$90,94 per ton dari US$88,4 per ton sebelumnya—kenaikan US$2,54. Kategori ketiga (HBA II, 4.100 kcal/kg) mencapai US$62,59 per ton versus US$60,19 sebelumnya. Kategori terakhir, batu bara 3.400 kcal/kg (HBA III), paling sedikit naik: hanya US$0,72 per ton, mencapai US$41,91 per ton.
Pola ini jelas.
Batu bara berkualitas tinggi naik lebih besar—mencerminkan permintaan kuat dari pembeli selektif yang butuh efisiensi. Batu bara rendah kalori, dipakai industri kurang ketat, naik lebih pelan. Data harga acuan ditampilkan dalam tabel berikut:
| Kategori Batu Bara (Kcal/kg GAR) | Harga Juni II (US$/ton) | Harga Juli I (US$/ton) | Kenaikan (US$/ton) |
|---|---|---|---|
| 6.322 (kalori tinggi) | 123,91 | 126,58 | +2,67 |
| 5.300 | 88,40 | 90,94 | +2,54 |
| 4.100 (HBA II) | 60,19 | 62,59 | +2,40 |
| 3.400 (HBA III) | 41,19 | 41,91 | +0,72 |
Mineral Ikutan Juga Naik
ESDM tidak hanya mengatur batu bara. Keputusan yang sama juga menetapkan Harga Mineral Acuan (HMA) untuk komoditas lainnya. Nikel dipatok US$17.593,33 per dmt (dry metric ton)—mineral strategis yang penting bagi industri otomotif baterai listrik global. Kobal, mineral langka untuk teknologi baterai, mencapai US$55.854 per dmt, harga tertinggi di antara semua mineral yang ditetapkan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.