Jumat, 3 Juli 2026 WIB
BREAKING
NETIZEN

Polemik Lagu Lalaki Langit: Bupati Purwakarta Om Zein Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein. Credit: Dok. PPID Purwakarta/ JournalArta

PURWAKARTA, JOURNALARTA.COM – Publik di Purwakarta dan ranah media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan munculnya kembali polemik terkait lagu berjudul “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” yang diciptakan oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein. Lagu tersebut menjadi sorotan tajam setelah liriknya dianggap tidak sensitif dan merendahkan martabat perempuan.

Awal Mula Kontroversi

Lagu yang diciptakan pada tahun 2020 ini, jauh sebelum Om Zein menjabat sebagai Bupati Purwakarta untuk periode 2025–2030, kembali beredar luas di berbagai platform.

Meskipun merupakan karya lama, namun isinya memicu kemarahan publik karena narasi yang terkandung di dalamnya dianggap mengandung stereotip negatif terhadap perempuan.

Berbagai pihak, termasuk aktivis perempuan dan tokoh publik seperti Atalia Praratya serta penyanyi Rossa, memberikan kritik keras atas lirik lagu tersebut.

Kritikan tersebut menyoroti bahwa lirik dalam lagu “Lalaki Langit” dinilai sangat tidak pantas untuk diungkapkan oleh seorang pejabat publik. Banyak yang beranggapan bahwa narasi tersebut mencederai upaya perjuangan kesetaraan gender dan melawan budaya patriarki yang masih mengakar di masyarakat.

Permohonan Maaf dan Tindakan Tegas

Menyadari kegaduhan yang timbul, Om Zein akhirnya angkat bicara. Dalam pernyataan terbuka, ia menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh masyarakat Purwakarta, khususnya kepada kaum perempuan yang merasa tersinggung dengan isi lagu tersebut.

Ia menegaskan bahwa lagu itu bukanlah ungkapan untuk merendahkan pihak mana pun, melainkan murni sebuah karya refleksi diri dan otokritik atas masa lalunya sebelum ia terjun ke dunia pemerintahan.

Sebagai wujud tanggung jawab moral dan menjaga ketenangan di wilayah yang ia pimpin, Om Zein telah mengambil langkah konkret.

Ia memutuskan untuk menghapus (take down) video klip lagu tersebut dari seluruh kanal media sosial pribadinya. Langkah ini dilakukan untuk meredam polemik agar tidak berkepanjangan dan memastikan fokus pembangunan daerah tetap terjaga.

Refleksi Seorang Pemimpin

Om Zein melihat gelombang kritik yang datang kepadanya sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang masyarakat terhadap dirinya sebagai pemimpin. Baginya, kritik tersebut menjadi pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati dalam berkarya dan bertindak ke depannya.

Ia berkomitmen untuk terus menjalankan amanahnya sebagai Bupati Purwakarta dengan lebih bijak dan fokus pada kesejahteraan masyarakat luas.

Pihak pemerintah daerah pun berharap masyarakat dapat menerima permohonan maaf tersebut dan kembali fokus pada upaya-upaya pembangunan daerah.

Kontroversi ini menjadi pengingat bagi seluruh pejabat publik bahwa jejak digital dan karya masa lalu akan selalu menjadi catatan penting dalam perjalanan karier mereka di masa depan.

FAQ

1. Apa alasan utama lagu Lalaki Langit diprotes?

Lagu tersebut diprotes karena liriknya dianggap mengandung stereotip negatif dan dinilai merendahkan martabat perempuan.

2. Kapan lagu tersebut diciptakan?

Lagu ini diciptakan pada tahun 2020, jauh sebelum Saepul Bahri Binzein menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

3. Apa langkah yang diambil Om Zein terkait lagu ini?

Om Zein telah meminta maaf secara terbuka dan melakukan penghapusan (take down) video klip lagu tersebut dari media sosial pribadinya.

4. Siapa saja yang mengkritik lagu tersebut?

Kritik datang dari berbagai kalangan, termasuk aktivis perempuan, tokoh publik seperti Atalia Praratya, dan penyanyi Rossa.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda