Meski berakhir dengan proses hukum, pemerintah tetap menyampaikan apresiasi atas kinerja serta dedikasi Dadan Hindayana dalam merintis dan meletakkan fondasi awal berdirinya Badan Gizi Nasional di masa transisi pemerintahan.
Gebrakan 100 Hari Pertama Kepala Baru
Langkah awal yang diambil Nanik Sudaryati Deyang terbilang berani dengan langsung menetapkan kebijakan moratorium pembangunan dapur komunal baru. Kebijakan ini diambil setelah melihat data persebaran infrastruktur yang dinilai kurang merata.
Saat ini tercatat ada 27.877 titik dapur yang sudah operasional, namun konsentrasinya menumpuk di wilayah Pulau Jawa. Moratorium dilakukan agar tim dapat melakukan evaluasi mendalam serta pemetaan ulang kebutuhan riil di berbagai wilayah luar Jawa yang belum terjangkau secara maksimal.
Selain moratorium, pembenahan sistem distribusi menjadi target utama guna memastikan tidak ada lagi penumpukan pasokan makanan. Sistem akuntabilitas baru akan diterapkan agar anggaran jumbo sebesar Rp71 triliun yang dialokasikan sejak pembentukan lembaga lewat Perpres 83/2024 ini dapat dipertanggungjawabkan sepenuhnya kepada publik.
“Kami berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa program nasional ini berjalan transparan, akuntabel, dan secara nyata mampu menurunkan angka stunting di daerah-daerah prioritas,” tegas Nanik Sudaryati Deyang saat memberikan keterangan pers pertamanya.
FAQ
Q: Siapa Kepala Badan Gizi Nasional sekarang?
A: Nanik Sudaryati Deyang menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional baru sejak dilantik pada 8 Juni 2026 menggantikan posisi Dadan Hindayana.
Q: Kenapa Dadan Hindayana dicopot?
A: Pencopotan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kinerja 1,5 tahun program berjalan serta adanya tindakan hukum oleh Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi proyek makan bergizi.
Q: Gebrakan pertama Nanik Deyang apa?
A: Melakukan moratorium pembangunan dapur baru guna mengevaluasi efektivitas dan persebaran 27.877 dapur yang sudah operasional saat ini.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.