Warsh juga menyinggung bahwa ukuran inflasi tradisional tidak selalu menangkap kondisi hidup sehari-hari secara utuh. Karena itu, The Fed bisa saja memperluas panel datanya dengan indikator yang lebih menggambarkan biaya hidup konsumen, bukan cuma angka resmi yang sudah lama dipakai pasar.
Banyak ukuran inflasi, banyak pula bacaannya
Bahan yang dibahas Warsh menunjukkan betapa berbedanya hasil dari masing-masing indikator. CPI bulan Mei menunjukkan inflasi utama 4,2% secara tahunan dan inflasi inti 2,9%. Sementara PCE, ukuran favorit The Fed, berada di 4,1% untuk headline dan 3,4% untuk core.
Di sisi lain, Dallas Fed “trimmed mean” hanya menunjukkan laju 2,4% dalam 12 bulan. Atlanta Fed menampilkan gambaran yang lebih berlapis: harga sticky di 3,1% dan harga fleksibel di 7%, level tertinggi sejak November 2022. Truflation malah memperlihatkan angka 1,75%.
Artinya sederhana. Tidak semua ukuran memberi cerita yang sama. Pasar jadi harus memilih bacaan mana yang paling relevan untuk memprediksi langkah suku bunga. Dalam kondisi seperti ini, Fed Watch jadi lebih rumit, bukan lebih gampang.
Claudia Sahm, kepala ekonom New Century Advisors, mengingatkan bahwa tren inflasi bukan jaminan hasil akhir. “Tren bukan takdir,” tulisnya. Menurut dia, bahkan tren 2% pun belum tentu menjamin stabilitas harga karena inflasi aktual bisa saja bergerak menjauh dari tren saat ini.
Dampaknya ke Nasdaq, Bitcoin, dan saham AI
Investor ekuitas dan kripto paham betul hubungan data ekonomi dengan pasar. Bila data tenaga kerja AS melemah dan inflasi melunak, imbal hasil obligasi bisa turun. Itu biasanya mendukung Nasdaq, saham-saham pertumbuhan, dan sektor AI yang sensitif terhadap biaya modal.
Bitcoin juga sering ikut merespons arah likuiditas. Saat pasar percaya The Fed mendekati pemangkasan suku bunga, aset berisiko cenderung mendapat dorongan. Sebaliknya, jika inflasi kembali panas atau tenaga kerja terlalu kuat, pasar akan cepat menurunkan ekspektasi pelonggaran kebijakan.
Karena itu, data tenaga kerja AS bukan cuma urusan ekonom. Trader saham, investor ritel, dan pemegang kripto ikut menunggu. Satu rilis bisa memindahkan harga. Bisa tajam.
Warsh sendiri memberi sinyal bahwa The Fed ingin lebih responsif terhadap lingkungan ekonomi saat ini. Bila review itu benar-benar mengubah cara bank sentral membaca inflasi dan pasar kerja, efeknya akan terasa jauh ke depan: dari obligasi pemerintah, Nasdaq, Bitcoin, sampai saham AI yang selama ini jadi favorit karena narasi pertumbuhan yang kuat.
“Jika kami menjalankan tugas kami, setahun dari sekarang kami akan berkata bahwa kami menemukan data yang membantu kami mengambil keputusan lebih baik,” ujar Warsh. Pasar tentu akan menguji janji itu, angka demi angka.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.