Sabtu, 15 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Rupiah Menguat ke Rp17.820 per Dolar AS, Didorong Data PPI AS

Rupiah Menguat ke Rp17.820 per Dolar AS, Didorong Data PPI AS
Rupiah Menguat ke Rp17.820 per Dolar AS, Didorong Data PPI AS

JAKARTA — rupiah menguat dan menutup perdagangan Jumat, 14/8/2026, di level Rp17.820 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda berbalik arah setelah sempat dibuka melemah di awal sesi.

Merujuk data Refinitiv, rupiah terapresiasi 0,22% pada penutupan. Dalam sepekan, rupiah juga naik 0,36% dibanding penutupan Jumat pekan lalu di Rp17.885/US$.

rupiah menguat setelah sempat dibuka tertekan

Pergerakan rupiah hari itu cukup cepat. Pada pembukaan, rupiah masih melemah 0,08% ke Rp17.875/US$, lalu berbalik menguat 55 poin hingga akhir perdagangan.

Penguatan dua hari beruntun ini memberi sinyal pasar masih punya ruang merespons sentimen global. Kemarin, rupiah juga menguat tipis 0,03%.

Tekanan dolar AS mereda

Rupiah mendapat dukungan dari melemahnya dolar AS di pasar global. Pada pukul 15.00 WIB, indeks dolar AS atau DXY terpantau turun 0,16% ke posisi 99,804.

Tekanan pada greenback muncul setelah data inflasi produsen AS kembali mengurangi peluang kenaikan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve atau The Fed, pada September mendatang.

Indeks Harga Produsen AS tidak berubah secara bulanan pada Juli. Angka itu lebih rendah dari perkiraan ekonom yang memperkirakan kenaikan 0,2%, setelah pada Juni terkontraksi 0,1%.

Data tersebut juga melengkapi laporan inflasi konsumen yang dirilis sehari sebelumnya. Harga konsumen AS hanya meningkat tipis pada Juli, sementara inflasi tahunan dan inflasi inti sama-sama melandai.

Pasar lalu memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga. Peluang kenaikan pada September kini berada di level 35%, turun dari 40% pada Rabu dan 55% sepekan sebelumnya.

Angka itu penting. Ketika peluang suku bunga The Fed turun, daya tarik dolar AS ikut melemah. Ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, pun terbuka.

Agenda politik ikut jadi perhatian pasar

Di dalam negeri, penguatan rupiah juga terjadi menjelang rangkaian Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR dan DPD, serta Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Pasar menaruh perhatian pada arah kebijakan fiskal pemerintah.

Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan Pidato Kenegaraan pada pagi hari. Setelah itu, pemerintah menyampaikan keterangan atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya dalam Rapat Paripurna DPR.

Investor mencermati asumsi nilai tukar rupiah, pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga, defisit anggaran, dan strategi pembiayaan pemerintah untuk 2027. Serangkaian variabel itu dinilai bisa memengaruhi kepercayaan investor, aliran modal asing, dan arah pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya.

Jumat ini, rupiah menutup pekan di Rp17.820/US$, sementara DXY masih bergerak lebih lemah di 99,804. Pasar kini menunggu apakah sentimen dari data inflasi AS dan agenda fiskal domestik akan terus menjaga napas penguatan rupiah.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair