Soal ini, pemerintah daerah tampak ingin mendorong efek berantai. Produk yang tampil di arena expo diharapkan tidak berhenti di meja pameran. Barang itu harus masuk ke pasar yang lebih luas. Harus sampai ke tangan pembeli yang tepat. Bahkan, kalau bisa, menarik minat investor atau mitra dagang.
UMKM Sukamara didorong naik kelas
Masduki juga meminta masyarakat untuk terus mencintai dan menggunakan produk lokal. Menurut dia, dukungan konsumen menjadi kunci agar produk IKM dan UMKM Sukamara mampu bertahan di pasar yang lebih kompetitif.
“Sudah seharusnya produk-produk IKM dan UMKM lokal Sukamara bangkit dan menjadi raja di rumah sendiri,” tegasnya.
Pesan itu menyasar dua sisi sekaligus. Di satu sisi, pelaku usaha diminta menaikkan kualitas produk, kemasan, dan layanan. Di sisi lain, masyarakat diajak belanja produk lokal supaya perputaran uang tetap terjadi di daerah sendiri. Sederhana, tapi dampaknya besar kalau dijalankan konsisten.
Masduki pun berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan expo untuk memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan daya saing. Ia menyinggung tantangan efisiensi ekonomi yang menuntut pelaku usaha lebih gesit membaca peluang dan menekan biaya tanpa mengorbankan mutu.
Di lapangan, tantangan itu terasa nyata. Pelaku UMKM tidak cukup hanya punya produk enak atau menarik. Mereka juga harus sanggup menjaga pasokan, merapikan pencatatan keuangan, dan membangun jejaring pembeli yang stabil. Expo memberi ruang awal, tapi kerja setelahnya yang menentukan.
Dampak bagi masyarakat dan pasar lokal
Bagi warga Sukamara, expo semacam ini punya arti yang lebih luas dari sekadar hiburan malam atau agenda peringatan hari jadi. Kegiatan ini bisa memancing transaksi, membuka lapangan dagang sementara, dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dalam satu lokasi.
Bagi pemerintah daerah, acara ini juga menjadi tolok ukur seberapa hidup sektor usaha kecil di daerah. Jika stan ramai, lapak bergerak, dan produk lokal terserap, maka ada sinyal bahwa ekosistem ekonomi lokal sedang bekerja. Tidak sempurna, tentu saja. Tapi ada denyut yang terlihat.
Masduki berharap Sukamara Expo 2026 memberi dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, memperkuat kemitraan antara pelaku usaha, pembeli dan investor, serta meningkatkan volume perdagangan produk unggulan daerah.
“Semoga kegiatan ini semakin memperkuat tekad kita bersama untuk membangun Kabupaten Sukamara yang lebih maju, produktif dan sejahtera,” kata Masduki menutup sambutannya.
Harapan itu kini ditaruh di atas meja. Tinggal dilihat apakah Sukamara Expo 2026 benar-benar melahirkan perputaran usaha yang lebih besar bagi UMKM lokal, atau berhenti sebagai keramaian tahunan. Untuk pelaku usaha kecil, jawabannya ada pada transaksi, jaringan baru, dan kepercayaan pasar yang mereka bawa pulang dari Taman Permata Sukma.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.