Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Bukan Main! Para Raksasa Korea Mau Tebar Duit Rp3.661 T di Lokasi Ini

Bukan Main! Para Raksasa Korea Mau Tebar Duit Rp3.661 T di Lokasi Ini
Foto: Leeloo The First/Pexels

JINJU — Korea Selatan tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam peta persaingan teknologi global. Kelompok konglomerasi raksasa negara tersebut baru saja mengumumkan komitmen investasi kolektif senilai Rp3.661 triliun untuk membangun basis industri berbasis kecerdasan buatan (AI) di wilayah Yeongnam, Korea Tenggara. Langkah strategis ini bukan sekadar pembangunan fasilitas biasa, melainkan upaya radikal mengubah wajah Yeongnam dari basis manufaktur tradisional menjadi pusat manufaktur canggih kelas dunia.
Investasi masif ini menjadi tonggak penting bagi Korea Selatan. Di tengah ketatnya persaingan teknologi dengan raksasa dunia lainnya seperti Tiongkok dan Amerika Serikat, penguatan basis industri di wilayah Yeongnam berfungsi sebagai “mesin penggerak” baru. Wilayah ini dipilih karena memiliki infrastruktur dasar yang sangat matang, namun kini membutuhkan suntikan teknologi agar tidak tertinggal oleh pergeseran zaman.

Sinergi Konglomerat dalam Proyek Mega

Dukungan finansial yang mencapai ratusan triliun rupiah ini disokong oleh pemain-pemain besar industri yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Negeri Ginseng. Hanwha Group dan Hyundai Motor Group memimpin dengan rencana investasi gabungan sebesar 97 triliun won selama sepuluh tahun ke depan. Fokus mereka sangat spesifik, mencakup sektor kedirgantaraan, pertahanan, mobilitas masa depan, hingga manufaktur canggih yang terintegrasi dengan perangkat lunak mutakhir.
SK Group mengambil langkah tak kalah berani dengan komitmen pendanaan sebesar 140 triliun won. Fokus utama SK terletak pada pembangunan infrastruktur pusat data AI berskala besar. Tanpa pusat data yang mumpuni, teknologi AI hanyalah konsep di atas kertas. Di saat yang sama, Samsung Group menyusul dengan alokasi 60 triliun won yang difokuskan pada transformasi AI, robotika, baterai generasi baru, dan industri pembuatan kapal berteknologi pintar.
LG dan Doosan pun turut mengambil peran penting dalam peta jalan nasional ini. LG mengalokasikan 9,4 triliun won hingga tahun 2030 untuk memperkuat infrastruktur manufaktur canggih. Sementara itu, Doosan berinvestasi sekitar 5,1 triliun won untuk energi generasi berikutnya, seperti reaktor modular kecil (SMR) serta teknologi hidrogen yang bersih dan efisien. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana sektor privat Korea Selatan bergerak searah dengan visi pembangunan nasional.

Pusat Manufaktur Dunia

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda