PANGKALPINANG, JOURNALARTA.COM – Kepengurusan SWI Babel periode 2026–2031 resmi dibentuk dalam rapat organisasi di Warkop Semabung, Jalan Tegal, Kecamatan Girimaya, Kota Pangkalpinang, Jumat malam, 3 Juli 2026. Restu Palgunadi ditetapkan sebagai ketua untuk memimpin Dewan Pimpinan Wilayah Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama lima tahun ke depan.
Pembentukan struktur baru ini menjadi pijakan awal bagi SWI Babel untuk memperkuat organisasi profesi wartawan di daerah. Fokusnya jelas: profesionalisme, independensi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
Kepengurusan SWI Babel periode baru
Dalam musyawarah tersebut, Restu Palgunadi didampingi M. Yunus sebagai Wakil Ketua I dan Abe Vavie sebagai Wakil Ketua II. Posisi sekretaris diisi Zainal Abidin, sementara urusan bendahara dipercayakan kepada Wan Farilla.
Struktur kepengurusan juga memuat beberapa bidang kerja yang disusun untuk mendukung agenda organisasi. Di antaranya bidang organisasi dan keanggotaan, diklat dan pengembangan SDM, media massa dan elektronik, budaya seni dan pariwisata, pemberdayaan perempuan, hubungan masyarakat, sosial ekonomi, serta advokasi dan hukum.
Nama-nama yang masuk dalam jajaran pengurus antara lain Yoga, Niken Pratama, Eko Nurdiansyah, Roy, Rusnadi, Wisnu H Pratama, Syahrial, Andi Satria, Agus H, Ifan S., Erwin Berry, Nyimas Yeni, Nelly, Ryo Esha, Eri Lesmana, Asnam, Nova, Rudy Bey, Hariyanto, SH, dan Iedil Fadliansyah, SH. LBH-LUBI juga tercantum dalam bidang advokasi dan hukum.
Restu: amanah ini kerja bersama
Dalam sambutannya, Restu menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menyebut jabatan ketua bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang harus dijalankan bersama oleh seluruh pengurus.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya. Jabatan ini bukan sekadar posisi organisasi, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Restu.
Ia menegaskan keberhasilan SWI Babel tidak akan bertumpu pada satu orang, melainkan pada kekompakan seluruh jajaran.
Restu juga menyoroti kebutuhan organisasi wartawan untuk bergerak cepat mengikuti perubahan. Menurut dia, dunia jurnalistik kini menghadapi tantangan yang makin kompleks akibat perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi. Karena itu, anggota SWI Babel harus terus meningkatkan kompetensi dan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik.
“SWI Babel harus hadir sebagai organisasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya. Kita ingin membangun organisasi yang profesional, terbuka, solid, dan mampu menjadi wadah pengembangan kapasitas wartawan di Bangka Belitung,” katanya.
Program lima tahun ke depan
Rapat itu tidak berhenti pada susunan pengurus. Peserta juga membahas program strategis lima tahun mendatang. Isinya mencakup pendidikan dan pelatihan jurnalistik, penguatan kompetensi anggota, pendampingan hukum bagi insan pers, serta perluasan jaringan kemitraan dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan elemen masyarakat.
Restu menekankan, kerja sama itu tetap harus dijalankan tanpa mengorbankan independensi pers. Ini penting. Sebab posisi organisasi wartawan bukan hanya sebagai wadah berkumpul, tetapi juga benteng untuk menjaga marwah profesi di tengah derasnya informasi yang kerap bercampur dengan kepentingan.
Ia pun meminta seluruh pengurus menekan ego sektoral dan kepentingan pribadi. Menurut dia, komunikasi yang sehat, saling menghargai, dan mengutamakan kepentingan organisasi menjadi fondasi utama agar kepengurusan baru berjalan efektif.
“Jabatan hanyalah titipan, sedangkan pengabdian adalah nilai yang sesungguhnya. Mari kita bekerja dengan hati, menjaga kekompakan, dan saling mendukung demi kemajuan organisasi,” ujar Restu.
“Jika kita bersatu, saya yakin SWI Babel akan menjadi organisasi yang semakin diperhitungkan dan dipercaya masyarakat.” tambahnya.
Dengan kepengurusan SWI Babel yang baru, organisasi ini berharap bisa menjadi rumah bersama bagi wartawan di Kepulauan Bangka Belitung. Targetnya tidak muluk-muluk, tapi penting: menaikkan kualitas kerja jurnalistik, menjaga solidaritas, dan memastikan pers tetap menjalankan peran sebagai penyampai informasi yang akurat kepada publik.
Pembina organisasi tercatat Ferry. Sementara arah kepengurusan baru ini kini bertumpu pada kerja kolektif seluruh bidang yang telah dibentuk untuk masa bakti 2026–2031.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.