Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Mau Dikenakan Pajak Rp144 T, Taipan Ini Kasih Respons Tak Terduga

Mau Dikenakan Pajak Rp144 T, Taipan Ini Kasih Respons Tak Terduga
Foto: Tara Winstead/Pexels

Vinod Khosla, salah satu pendiri Sun Microsystems, juga menyampaikan kekhawatiran serupa. Menurut dia, pajak kekayaan berpotensi mendorong para miliarder hengkang dari California sebelum aturan berlaku penuh. Kekhawatiran soal eksodus orang kaya ini memang bukan isu baru dalam debat pajak di AS.

Kenapa California ingin menarik pajak dari miliarder

Usulan pajak itu diajukan pada November 2025 oleh serikat pekerja sektor kesehatan dan didukung sejumlah legislator progresif Amerika Serikat, termasuk anggota DPR Ro Khanna dan Senator Bernie Sanders. Tujuannya jelas: menutup defisit anggaran kesehatan California yang membengkak setelah pemangkasan belanja pemerintah federal.

Dana yang terkumpul juga direncanakan untuk menopang pendidikan publik dan program bantuan pangan. Dengan kata lain, kebijakan ini bukan sekadar soal memungut uang dari orang superkaya, tapi juga cara pemerintah negara bagian menambal kebutuhan layanan publik yang besar.

Itu sebabnya diskusi soal pajak kekayaan ini jadi sensitif. Satu sisi menyentuh rasa keadilan fiskal, sisi lain memicu kekhawatiran soal iklim investasi.

Agar bisa masuk surat suara pemungutan November 2026, proposal ini harus mengumpulkan lebih dari 870.000 tanda tangan. Artinya, jalan politiknya masih panjang. Setelah itu, warga California yang akan memutuskan apakah pajak kekayaan tersebut benar-benar diterapkan atau tidak.

Efeknya bukan cuma ke Huang

Jika disetujui, para miliarder yang tinggal di California akan dikenai pajak atas seluruh aset bernilai ekonomis yang dimiliki, termasuk saham dan kepemilikan bisnis, meski mereka pindah dari California setelah awal 2026. Ada pula ketentuan bahwa pembayaran pajak bisa dicicil hingga lima tahun.

Di titik ini, yang diperdebatkan bukan hanya besaran pajaknya, tapi juga efek ikutannya. Sejumlah investor khawatir pendiri perusahaan harus menjual saham untuk mencari kas. Di sisi lain, pendukung kebijakan mengutip studi yang menyebut kenaikan pajak tidak selalu memicu eksodus besar-besaran dari kalangan kaya atau pelaku usaha.

Laporan The New York Times pada 26 Desember menyebut beberapa tokoh bisnis, seperti salah satu pendiri Google Larry Page dan investor ventura Peter Thiel, disebut tengah mempertimbangkan pindah dari California sebelum akhir 2025 untuk menghindari rencana itu. Namun, hingga kini keduanya belum mengumumkan perpindahan domisili secara terbuka.

Huang sendiri punya bantalan yang sangat tebal. Sebagian besar kekayaannya datang dari sekitar 3% saham Nvidia. Perusahaan chip itu kini bernilai lebih dari US$4,6 triliun, terdorong lonjakan permintaan chip untuk teknologi kecerdasan buatan. Dan dari situlah, angka pajak Rp144 triliun tadi jadi terasa bukan sekadar teori.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda