MIAMI — Lionel Messi memberikan pengakuan jujur namun jenaka pasca-laga dramatis Argentina kontra Cape Verde dalam babak 32 besar Piala Dunia. Kapten tim Tango tersebut merasa heran karena lawan yang bermain sangat keras di lapangan justru meminta bertukar jersey dan berfoto bersama setelah pertandingan usai.
Argentina berhasil memenangkan laga dengan skor tipis 3-2. Gol dicetak oleh Lionel Messi pada menit ke-12, Julian Alvarez menit ke-45, dan gol penentu dari sundulan bek tengah Cristian Romero pada menit ke-88. Cape Verde sempat mengejutkan lewat gol balasan Mendes (22′) dan Tavares (67′). Pertandingan berlangsung panas dengan total lima kartu kuning dan satu kartu merah bagi bek Cape Verde di masa injury time babak kedua.
Kontradiksi di Atas Rumput Hijau
Saat memberikan keterangan kepada TyC Sports, Messi sempat berseloroh mengenai perilaku lawan yang kontradiktif. Di satu sisi, pemain Cape Verde tidak segan melayangkan tekel keras dan menendangnya selama pertandingan berlangsung. Namun, begitu peluit panjang dibunyikan, sikap mereka berubah total menjadi penggemar berat.
“Mereka meminta jersey saya, semuanya… Padahal di lapangan, mereka menendang saya habis-habisan,” ujar Messi sambil tertawa. Situasi ini menunjukkan bagaimana sosok megabintang tersebut tetap menjadi target fisik utama bagi setiap lawan yang menghadapi Argentina. Bagi lawan, Messi bukan sekadar kapten, tapi magnet emosional yang ingin mereka “taklukkan” secara fisik sebelum akhirnya memberi penghormatan.
Anomali Taktis: Saat Juara Bertahan Kehilangan Kendali
Messi secara blak-blakan menyebut timnya kehilangan ritme setelah memimpin lebih dulu. Ia merasa Argentina sempat terjebak dalam pola permainan lawan dan gagal melakukan tekanan efektif setelah unggul. Hal ini membuat Cape Verde mampu memberikan perlawanan sengit yang membuat Argentina sempat tertekan.
“Kami tahu ini akan menjadi laga yang sangat sulit. Mereka tidak pernah kalah dari Spanyol dan Uruguay tanpa alasan. Kami sempat merasa akan mudah mengendalikan ritme setelah gol pertama, tapi justru sebaliknya terjadi. Kami kehilangan penguasaan bola dan terlalu banyak bertahan,” jelas Messi.
Secara taktis, Argentina terlihat gagap saat Cape Verde menerapkan strategi low block dengan transisi cepat. Begitu Argentina kehilangan bola di area tengah, Cape Verde langsung meluncurkan umpan lambung ke lini depan. Ini adalah alarm bahaya. Argentina yang biasanya dominan dalam build-up dari belakang, terlihat panik ketika ditekan oleh intensitas tinggi lawan yang tidak kenal lelah. Pergantian pemain di menit ke-70 yang memasukkan gelandang bertahan tambahan terbukti krusial untuk menyeimbangkan kembali penguasaan bola yang sempat goyah.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.