Sabtu, 4 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Olise Banjir Pujian, Raja Assist Bikin Mbappe Menggila di Piala Dunia

Olise Banjir Pujian, Raja Assist Bikin Mbappe Menggila di Piala Dunia
Foto: Vienna Reyes/Unsplash

PARIS — Nama Michael Olise kini berada di puncak daftar pencipta peluang paling berbahaya di Piala Dunia 2026. Penampilan konsisten bintang Bayern Munich tersebut menjadi motor penggerak utama langkah Prancis yang baru saja memastikan diri melaju ke babak 16 besar usai menundukkan Swedia 3-0.

Olise mencatatkan dua assist krusial saat menghadapi Swedia. Umpan matangnya memanjakan Bradley Barcola pada menit ke-53 dan Kylian Mbappe pada menit ke-74.

Koleksi total lima assist di turnamen ini menempatkan dirinya sebagai pemimpin tunggal daftar pencetak assist terbanyak, unggul satu angka dari gelandang Brasil, Bruno Guimaraes.

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin; ini adalah pernyataan taktis bahwa Prancis telah menemukan keseimbangan baru di lini tengah.

Menembus Sejarah 32 Tahun

Catatan lima assist dalam satu edisi Piala Dunia adalah capaian langka. Statistik tersebut membawa Olise menjadi pemain pertama yang mampu melakukannya dalam 32 tahun terakhir. Ia kini tercatat menyamai torehan pemain Italia, Amedeo Biavati, yang mencetak lima assist pada edisi 1938.

Efisiensi ini memecahkan kebuntuan yang sering dialami Les Bleus dalam turnamen besar sebelumnya, di mana mereka terlalu bergantung pada kreativitas individu yang sporadis.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, memberikan apresiasi tinggi terhadap visi bermain pemainnya tersebut. “Dia tidak sekadar berlari. Dia membaca ruang sebelum ruang itu terbuka. Itulah pembeda antara pemain berbakat dan pemain cerdas,” ujar Deschamps dalam sesi konferensi pers pasca-laga.

Kini, publik sepak bola mulai membandingkannya dengan legenda Prancis, Raymond Kopa, yang memegang rekor impresif delapan assist pada Piala Dunia 1958. Dengan setidaknya satu laga tersisa di fase gugur, Olise masih memiliki peluang besar untuk mempertajam catatannya.

Transisi karier Olise dari Crystal Palace ke level tertinggi di Bayern Munich terbukti sangat matang. Kecepatan perkembangan permainannya di atas lapangan hijau terlihat dari bagaimana ia beradaptasi dengan gaya main Les Bleus.

Kini, perannya sebagai otak serangan Prancis menjadi pembeda di setiap pertandingan. Ia tidak hanya menjadi distributor bola, melainkan penentu ritme (tempo) yang membuat lawan sering kali kehilangan fokus saat menekan.

Chemistry Sempurna dengan Mbappe

Kehadiran Olise di lini tengah terbukti menjadi pelengkap sempurna bagi ketajaman Kylian Mbappe. Kolaborasi ini tidak hanya mencuri perhatian penonton di stadion, tetapi juga memicu gelombang pujian di media sosial.

Para pengamat dan penggemar menyebut kombinasi keduanya sebagai salah satu duet paling elit dan klinis saat ini. Mbappe, yang dikenal dengan kecepatan ledaknya, kini memiliki mitra yang mampu mengirimkan bola tepat di belakang garis pertahanan lawan dengan akurasi tinggi.

Berikut adalah catatan produktivitas Michael Olise di Piala Dunia 2026 sejauh ini:

LagaAssistPenerimavs Irak2Mbappe, Dembelevs Senegal1Mbappevs Swedia2Barcola, Mbappe

Peran Olise dalam membangun serangan dari zona 14 menjadi kunci utama. Saat menghadapi Swedia, ia menunjukkan kemampuan melepaskan operan di ruang sempit. Ia tampak begitu nyaman mengendalikan tempo permainan, memberikan ruang bagi Mbappe dan Ousmane Dembele untuk terus menekan pertahanan lawan.

Bahkan, usulan agar klub-klub besar tetap mempertahankannya sebagai pusat proyek jangka panjang semakin sering terdengar di kalangan analis taktik sepak bola Eropa.

Analisis Taktis: Mengapa Olise Berbahaya?

Keberhasilan Prancis sejauh ini berakar pada pola 4-3-3 yang fleksibel. Olise bermain sebagai gelandang serang dengan kebebasan (free role). Dalam fase transisi, ia tidak langsung berlari ke kotak penalti, melainkan berdiri di antara lini tengah dan belakang lawan.

Posisi ini memaksa bek lawan untuk membuat keputusan sulit: maju menutup Olise atau tetap menjaga Mbappe. Jika mereka maju, Mbappe akan lari ke ruang kosong. Jika mereka bertahan, Olise akan mengirimkan bola terobosan yang mematikan.

Inilah yang membuat Prancis sulit diprediksi. Lawan tidak bisa hanya melakukan man-marking pada Mbappe karena Olise selalu punya opsi umpan kedua atau ketiga. Kedisiplinan posisi yang ditunjukkan Prancis saat melawan Swedia menunjukkan bahwa mereka kini memiliki kematangan untuk menahan bola dan menunggu momentum yang tepat untuk melakukan final pass.

Menatap Babak 16 Besar

Kemenangan telak atas Swedia memastikan Prancis melaju ke babak selanjutnya dengan kepercayaan diri tinggi. Meski performa individu Olise tengah berada di puncak, tantangan sesungguhnya baru akan dimulai saat mereka menghadapi Paraguay di babak 16 besar. Paraguay dikenal memiliki lini pertahanan yang sangat rapat dengan skema low block yang disiplin.

Dunia akan kembali menanti magis dari kaki pemain berusia 24 tahun tersebut. Apakah ia mampu melewati rekor assist yang bertahan selama puluhan tahun? Semua mata akan tertuju pada aksi sang raja assist saat peluit sepak mula dibunyikan di laga mendatang.

Kejelian Olise dalam membongkar pertahanan berlapis akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi Prancis untuk membawa pulang trofi juara tahun ini.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda