PARIS — Nama Michael Olise kini berada di puncak daftar pencipta peluang paling berbahaya di Piala Dunia 2026. Penampilan konsisten bintang Bayern Munich tersebut menjadi motor penggerak utama langkah Prancis yang baru saja memastikan diri melaju ke babak 16 besar usai menundukkan Swedia 3-0.
Olise mencatatkan dua assist krusial saat menghadapi Swedia. Umpan matangnya memanjakan Bradley Barcola pada menit ke-53 dan Kylian Mbappe pada menit ke-74.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Koleksi total lima assist di turnamen ini menempatkan dirinya sebagai pemimpin tunggal daftar pencetak assist terbanyak, unggul satu angka dari gelandang Brasil, Bruno Guimaraes.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin; ini adalah pernyataan taktis bahwa Prancis telah menemukan keseimbangan baru di lini tengah.
Menembus Sejarah 32 Tahun
Catatan lima assist dalam satu edisi Piala Dunia adalah capaian langka. Statistik tersebut membawa Olise menjadi pemain pertama yang mampu melakukannya dalam 32 tahun terakhir. Ia kini tercatat menyamai torehan pemain Italia, Amedeo Biavati, yang mencetak lima assist pada edisi 1938.
Efisiensi ini memecahkan kebuntuan yang sering dialami Les Bleus dalam turnamen besar sebelumnya, di mana mereka terlalu bergantung pada kreativitas individu yang sporadis.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, memberikan apresiasi tinggi terhadap visi bermain pemainnya tersebut. “Dia tidak sekadar berlari. Dia membaca ruang sebelum ruang itu terbuka. Itulah pembeda antara pemain berbakat dan pemain cerdas,” ujar Deschamps dalam sesi konferensi pers pasca-laga.
Kini, publik sepak bola mulai membandingkannya dengan legenda Prancis, Raymond Kopa, yang memegang rekor impresif delapan assist pada Piala Dunia 1958. Dengan setidaknya satu laga tersisa di fase gugur, Olise masih memiliki peluang besar untuk mempertajam catatannya.
Transisi karier Olise dari Crystal Palace ke level tertinggi di Bayern Munich terbukti sangat matang. Kecepatan perkembangan permainannya di atas lapangan hijau terlihat dari bagaimana ia beradaptasi dengan gaya main Les Bleus.
Kini, perannya sebagai otak serangan Prancis menjadi pembeda di setiap pertandingan. Ia tidak hanya menjadi distributor bola, melainkan penentu ritme (tempo) yang membuat lawan sering kali kehilangan fokus saat menekan.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.