Sabtu, 4 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Pemakaman Khamenei di Tehran Picu Lautan Massa dan Ketegangan

Ilustrasi suasana pemakaman dan kerumunan di Tehran
Pemakaman Khamenei di Tehran memicu lautan massa, jalan ditutup, dan tensi regional naik. (Ilustrasi: AI)

TEHERAN — Pemakaman Khamenei di Tehran dimulai Sabtu pagi waktu setempat, 4 Juli 2026, saat jutaan warga Iran memadati ibu kota untuk mengikuti rangkaian duka selama sepekan bagi Ayatollah Ali Khamenei. Prosesi utama digelar di Masjid Imam Khomeini Grand Mosalla, sehari setelah jasadnya dipindahkan ke lokasi itu.

Dampaknya terasa langsung di jalan-jalan utama. Sejumlah ruas ditutup berkilometer oleh aparat keamanan dan barikade beton, sementara warga berpakaian hitam berjalan kaki menuju lokasi di bawah pengawasan ketat. Situasi di lapangan jauh dari tenang. Sangat padat.

Pemakaman Khamenei dan pesan politik di jalanan Tehran

Kerumunan yang datang membawa bendera Iran, foto Khamenei, dan potret putranya, Mojtaba Khamenei, yang disebut sebagai penerus. Di beberapa titik, kelompok pria meneriakkan slogan anti-Amerika Serikat dan anti-Israel saat melewati pos pemeriksaan. Sebagian relawan membagikan sup lentil dan roti kepada pelayat yang datang sejak dini hari.

Seorang warga Tehran, Marzieh, mengatakan kepada ABC bahwa Khamenei adalah sosok paling penting dalam sejarah modern negaranya. “Dia bukan hanya penting bagi kami, tapi penting bagi seluruh dunia. Dunia kehilangan dia,” ujarnya. Pernyataan seperti ini menggambarkan bagaimana pemakaman Khamenei bukan sekadar ritual keluarga atau negara, melainkan panggung politik yang sangat terang.

Pemerintah Iran juga memilih tanggal 4 Juli, yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat dan tahun ini jatuh pada peringatan 250 tahun berdirinya negara itu. Simbolnya keras. Pesannya juga jelas. Tehran ingin menampilkan ketahanan di hari yang justru identik dengan rival utamanya.

Warisan 37 tahun kekuasaan

Khamenei memegang otoritas agama dan politik tertinggi Iran selama hampir 37 tahun, sejak 1989. Bagi banyak warga Iran yang rata-rata usianya 35 tahun, ia adalah satu-satunya pemimpin yang mereka kenal sepanjang hidup dewasa mereka. Itu membuat wafatnya Khamenei menjadi momen sangat besar, baik bagi pendukung maupun lawan politiknya.

Dalam laporan ABC, warga bernama Jalal Daneshvar menyebut segala yang dimiliki Iran berasal dari Khamenei. “Kalau dia tidak ada, kami tidak akan independen,” katanya. Di sisi lain, suara yang berseberangan muncul dari warga Iran yang berbicara anonim karena alasan keamanan.

Vahid, warga Isfahan, mengatakan kematian Khamenei disambut lega oleh sebagian orang. “Orang-orang naik ke atap dan bersorak,” ujarnya.

Parnian, perempuan paruh baya di Tehran, menyebut kematian itu sebagai bentuk keadilan atas puluhan tahun pemerintahan keras. “Saya merasa beban besar terangkat dari bahu saya,” katanya. Reaksi yang saling bertolak belakang ini menunjukkan satu hal: warisan Khamenei masih memecah masyarakat Iran sampai detik terakhir penghormatan publik untuknya.

Pengaruh Iran di Timur Tengah ikut dipertaruhkan

Di luar urusan dalam negeri, dampak kematian Khamenei juga menyentuh peta kekuatan kawasan. Selama berkuasa, ia mendorong pengaruh Iran lewat kelompok proksi seperti Hezbollah di Lebanon, Hamas di Gaza, dan Houthi di Yaman. Strategi itu membentuk apa yang disebut “Poros Perlawanan”, aliansi yang dimaksudkan untuk menandingi Israel dan Amerika Serikat.

Bozorgmehr Sharafedin, jurnalis Iran dan salah satu penulis Stolen Revolution: Betrayal and Hope in Modern Iran, mengatakan Khamenei berambisi menjadikan Iran kekuatan dominan di kawasan. “Ia mencoba membangun Iran sebagai superpower regional,” kata Sharafedin. Namun pada saat kematiannya, banyak analis menilai jaringan yang dibangunnya justru melemah setelah serangan 7 Oktober dan balasan Israel.

Ezgin Uzun-Teker, asisten profesor ilmu politik di Yeditepe University, Istanbul, mengatakan sebagian orang akan mengenang Khamenei sebagai tokoh perlawanan, sementara yang lain mengingatnya lewat otoritarianisme, pelanggaran hak perempuan, dan represi politik. Dua memori itu akan terus bertabrakan. Dan dampaknya belum selesai.

Dari Tehran, jenazah Khamenei disebut akan dibawa ke Qom, Najaf, dan Karbala, sebelum dimakamkan pada Kamis di Mashhad, kota ziarah tersuci di Iran timur laut. Rangkaian ini menandai babak penutup seorang pemimpin yang memegang kendali penuh atas Iran selama hampir empat dekade, dan meninggalkan warisan yang masih memicu perebutan tafsir di dalam maupun luar negeri.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda