Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Penjelasan Unair soal Gaji Pokok Dosen Non-ASN Rp 2,6 juta

Penjelasan Unair soal Gaji Pokok Dosen Non-ASN Rp 2,6 juta
Unair menjelaskan gaji pokok dosen non-ASN Rp 2,6 juta bukan penghasilan total. (Ilustrasi: AI)

Mengenai isu kenaikan gaji yang sempat dianggap terlalu kecil oleh pihak pelapor, Radian tidak menampik adanya batasan kenaikan berkala. Angka kenaikan gaji berkala di lingkungan kampus memang berada di kisaran Rp 96 ribu hingga Rp 120 ribu per dua tahun. Namun, ia menekankan bahwa kenaikan tersebut murni dihitung dari komponen gaji pokok semata, bukan dari akumulasi total THP.
Perbedaan tajam antara gaji pokok dengan penghasilan riil memang sering menjadi perdebatan di ruang publik karena kurangnya transparansi informasi. Pihak universitas berharap masyarakat dapat melihat gambaran utuh dari struktur gaji dosen yang memang terdiri atas banyak lapis komponen agar tidak terjadi misinformasi.
“Penghasilan dosen tidak bisa dilihat hanya dari angka gaji pokok saja, melainkan harus berdasarkan take home pay yang mencakup berbagai komponen penghasilan terukur,” ujar Radian menegaskan posisi institusi dalam merespons keresahan yang sempat mengemuka di persidangan MK tersebut.

Implikasi bagi Ekosistem Perguruan Tinggi

Kondisi ekonomi dosen non-ASN di Indonesia memang sedang dalam fase krusial. Perguruan tinggi negeri, termasuk Unair, terus berupaya menjaga keseimbangan antara kemampuan keuangan institusi yang terbatas dengan tuntutan kesejahteraan pengajar yang terus meningkat. Struktur gaji yang ada diklaim tetap mengikuti regulasi yang berlaku bagi dosen tetap non-PNS di seluruh Indonesia.
Diskusi di MK ini diperkirakan akan memicu audit internal di banyak kampus negeri terkait skema penggajian dosen. Ke depan, transparansi mengenai komponen THP ini harus lebih dikomunikasikan oleh pihak rektorat kepada tenaga pendidik untuk menghindari kecurigaan atau ketidakpuasan internal. Fokus utama universitas sekarang adalah memastikan bahwa dosen tetap merasa dihargai secara finansial, sembari menjaga keberlanjutan operasional kampus di tengah tantangan ekonomi global yang menekan anggaran pendidikan. Pertanyaan mengenai apakah struktur ini cukup untuk menyejahterakan dosen di tengah inflasi tinggi akan tetap menjadi isu yang membayangi kebijakan remunerasi kampus di tahun-tahun mendatang.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda