Sabtu, 4 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Petani Merauke Ngeluh Kesulitan BBM Solar, Amran Malah Ngaku Bahagia

Petani Merauke Ngeluh Kesulitan BBM Solar, Amran Malah Ngaku Bahagia
Foto: Engin Akyurt/Pexels

MERAUKE — Kebutuhan solar di sektor pertanian wilayah Merauke melonjak tajam seiring percepatan program cetak sawah nasional. Kelangkaan solar di tingkat petani bukan sekadar kendala distribusi, melainkan sinyal nyata tingginya intensitas penggunaan alat mesin pertanian di lapangan.
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memberikan respons tak terduga saat mendengar keluhan petani di Desa Waninggap Kai, Distrik Semangga, Merauke, terkait sulitnya mendapatkan solar. Di hadapan para petani, ia justru mengaku bahagia mendengar kabar tersebut. Keluhan ini mencuat saat kunjungan kerja Mentan Amran ke lahan cetak sawah pada Sabtu (4/7/2026). Petani setempat terang-terangan meminta pemerintah agar mempermudah akses bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Kebutuhan mereka melonjak drastis seiring dengan masifnya penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) di lapangan.
“Kami minta POM solar khusus buat petani,” ujar salah satu petani saat sesi dialog langsung.

Indikator Kerja Keras Petani

Amran menilai, kelangkaan solar di tingkat petani bukan sekadar masalah teknis distribusi, melainkan indikator positif produktivitas. Menurutnya, jika petani sampai kekurangan bahan bakar, itu artinya mesin-mesin pertanian seperti traktor, pompa air, hingga *combine harvester* sedang beroperasi secara maksimal.
“Saya bahagia karena bapak kesulitan solar. Artinya bapak mau kerja keras. Kalau dulu dikirim solar tidak dipakai, sekarang kekurangan solar saya bangga. Itu berarti mesin-mesin benar-benar digunakan untuk mengolah lahan,” kata Amran tegas.
Pernyataan ini mencerminkan optimisme pemerintah terhadap program cetak sawah yang kini menjadi prioritas di wilayah Papua Selatan. Meski begitu, Amran tidak membiarkan keluhan tersebut menguap begitu saja. Ia segera memerintahkan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) untuk bergerak cepat mengatasi hambatan lapangan tersebut.

Gerak Cepat dengan Pertamina

Di depan para petani, Amran langsung meminta Dirjen PSP untuk menelepon pihak PT Pertamina (Persero). Ia ingin memastikan hambatan distribusi di lapangan segera menemui jalan keluar. Instruksi diberikan di tempat, tanpa jeda, memastikan respons birokrasi tidak menjadi penghambat operasional di sawah.
“Dirjen PSP tolong ditelepon sekarang ke Pertamina, cari nomor teleponnya, telepon,” instruksinya saat itu juga.
Hasil komunikasi tersebut tergolong cepat. Amran menyebut Pertamina telah menyetujui penambahan kuota solar untuk wilayah Merauke. Koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian ESDM dan jajaran pimpinan Pertamina, diklaim berjalan tanpa hambatan berarti untuk menyokong kebutuhan mendesak para penggarap lahan.

Dinamika Kebutuhan BBM Petani

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda