Karena itu, ledakan di dekat hotel Macron bukan cuma soal kerusakan fisik, melainkan juga soal persepsi internasional yang sedang dibangun dengan susah payah.
Tekanan politik di balik ledakan
Kehadiran Macron di lokasi yang berdekatan dengan ledakan membuat insiden ini punya gaung diplomatik. Meski belum ada rincian lebih jauh dari sumber yang tersedia soal siapa pelaku atau motifnya, waktu dan tempat ledakan sudah cukup untuk memperlihatkan betapa rapuhnya keadaan keamanan di ibu kota Suriah.
France 24 melaporkan bahwa ledakan itu berlangsung saat pemerintah Suriah ingin menunjukkan ada kemajuan dalam menangani ancaman keamanan. Masalahnya, pesan resmi seperti itu sulit bertahan lama kalau kejadian di lapangan justru membantahnya. Satu ledakan kecil bisa mengguncang strategi besar.
Jika Damaskus ingin menarik investor, pemerintah harus membuktikan dua hal sekaligus: aparat bisa mencegah serangan, dan negara mampu memberi kepastian jangka panjang. Tanpa itu, janji rekonstruksi akan terdengar bagus di konferensi pers, tetapi tetap berat diwujudkan di lapangan.
Seorang sumber diplomatik yang dikutip France 24 menilai, Suriah perlu menunjukkan bahwa keamanan bukan sekadar slogan, melainkan kondisi yang benar-benar terasa di jalan-jalan kota. Dan untuk investor, itu baru langkah pertama. Sisanya: terlalu mahal untuk dipertaruhkan kalau ledakan masih terjadi di pusat Damaskus.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.