Selasa, 7 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

FIFA Tangguhkan Sanksi Folarin Balogun Usai Intervensi Donald Trump

FIFA Tangguhkan Sanksi Folarin Balogun Usai Intervensi Donald Trump
Foto: My Profit Tutor/Unsplash

WASHINGTON — Keputusan kontroversial mencuat di tengah gelaran Piala Dunia 2026. FIFA secara mendadak menangguhkan sanksi kartu merah yang diterima penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, menyusul komunikasi langsung antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Langkah ini memicu kegemparan di dunia sepak bola internasional. Balogun sebelumnya diganjar kartu merah langsung saat laga babak 32 besar kontra Bosnia setelah dianggap melakukan pelanggaran terhadap bek lawan, Tarik Muharemovic.

Sesuai regulasi baku FIFA, kartu merah langsung otomatis membawa larangan satu pertandingan, yang seharusnya membuat sang pemain absen di laga krusial babak 16 besar melawan Belgia.

Intervensi Politik dan Reaksi Belgia

Laporan dari New York Times dan AFP mengungkapkan bahwa Donald Trump menghubungi Infantino untuk meminta peninjauan ulang atas keputusan wasit tersebut. Upaya ini mendapat dukungan terbuka dari Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.

Tak lama berselang, komite disiplin FIFA mengeluarkan keputusan luar biasa: menunda sanksi tersebut selama satu tahun tanpa memberikan penjelasan mendetail kepada publik.

Keputusan tersebut langsung memancing kemarahan dari kubu lawan. Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia merilis pernyataan resmi yang menyatakan keterkejutan mereka atas langkah FIFA yang dianggap mencederai prinsip fair play. Pelatih Belgia, Rudi Garcia, bahkan melontarkan sindiran tajam dalam konferensi pers, menyamakan situasi tersebut dengan lelucon Hari April Mop.

“Saya tidak tahu bahwa di Piala Dunia FIFA, tanggal 5 Juli sekarang menjadi tanggal 1 April,” ujar Garcia dengan nada sarkasme yang kental. Pihak federasi Belgia kini dikabarkan tengah meninjau seluruh opsi hukum dan administratif untuk menjaga integritas kompetisi serta hak-hak tim yang berlaga di turnamen tersebut.

Dampak pada Integritas Turnamen

Kasus ini menjadi preseden berbahaya bagi otoritas FIFA dalam menjaga independensi sepak bola dari intervensi politik tingkat tinggi. Bagi masyarakat dan pemerhati olahraga di Indonesia, peristiwa ini menyoroti rapuhnya batasan antara kepentingan diplomatik negara tuan rumah dengan aturan disiplin olahraga yang seharusnya bersifat universal dan tidak memihak.

Jika standar penegakan aturan bisa diubah karena tekanan politik, kredibilitas turnamen sebesar Piala Dunia di mata penggemar global bisa tergerus. Penggemar sepak bola di Indonesia tentu berharap setiap keputusan di lapangan tetap berpijak pada regulasi yang sama bagi semua kontestan, tanpa memandang siapa yang duduk di kursi kekuasaan sebuah negara.

Donald Trump sendiri melalui unggahan di platform Truth Social menyampaikan apresiasinya kepada FIFA. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai langkah untuk membalikkan ketidakadilan. Namun, hingga saat ini, FIFA belum merilis rincian teknis mengenai dasar hukum yang memungkinkan penangguhan sanksi tersebut di tengah turnamen yang sedang berjalan.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram