Selasa, 7 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

IHSG ditutup menguat ditopang saham sektor properti

IHSG ditutup menguat ditopang saham sektor properti
Foto: AlexSantosa

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menuntaskan perdagangan hari ini di zona hijau. Indeks ditutup menguat 70,43 poin atau naik sebesar 1,19 persen ke level 5.986,50, didorong oleh aksi beli pelaku pasar yang terkonsentrasi pada emiten sektor properti.

Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan tren positif ini juga merambah ke indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan. Kelompok saham tersebut mencatatkan kenaikan 10,44 poin atau 1,79 persen menuju posisi 549,92. Sepanjang hari, IHSG cenderung bertahan di wilayah positif sejak pembukaan hingga lonceng penutupan dibunyikan.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menilai penguatan indeks terjadi meski volume transaksi masih relatif terbatas. Sektor properti menjadi primadona dengan kenaikan indeks sektoral IDXProperty sebesar 3,03 persen. Selain itu, sentimen pasar juga terangkat oleh kehadiran dua saham baru yang mencatatkan Auto Reject Atas (ARA) pada hari pencatatannya.

Sentimen Cadangan Devisa dan Kebijakan Fiskal

Di balik pergerakan indeks, para pelaku pasar merespons positif rilis data cadangan devisa (cadev) periode Juni 2026. Bank Indonesia mencatat posisi cadev naik menjadi 145,6 miliar dolar AS, meningkat dari posisi Mei 2026 yang berada di angka 144,9 miliar dolar AS. Penguatan ini memberikan bantalan stabilitas di tengah fluktuasi nilai tukar yang masih menjadi perhatian investor.

Selain itu, pelaku pasar tengah mencermati dinamika kebijakan fiskal di parlemen. Usulan DPR untuk merasionalisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2027 menjadi poin diskusi hangat yang memengaruhi sentimen sektoral. Meskipun demikian, pasar tampak merespons dengan optimisme moderat yang terefleksi pada volume perdagangan.

Terkait kondisi perdagangan secara keseluruhan, total frekuensi transaksi tercatat mencapai 1,65 juta kali dengan volume 21,22 miliar lembar saham. Nilai turnover atau perputaran uang di pasar saham Indonesia hari ini menembus angka Rp10,13 triliun. Secara statistik, sebanyak 450 saham mengalami kenaikan harga, sementara 222 saham lainnya tertekan dan 289 saham stagnan.

Analisis dan Dampak bagi Investor

Bagi para investor, kenaikan IHSG hari ini memberikan sinyal adanya ketahanan pasar domestik terhadap tekanan sentimen global.

Fokus pelaku pasar saat ini bergeser menuju agenda internasional, yakni penantian risalah rapat The Fed atau FOMC Minutes of Meeting yang akan dirilis pada Rabu (08/07) waktu AS.

Risalah ini sangat krusial karena mengandung proyeksi ekonomi dan arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat yang sering kali menjadi penentu utama aliran dana asing (capital inflow) di pasar negara berkembang.

Secara sektoral, selain properti, sektor barang konsumen non-primer dan sektor keuangan juga mencatatkan kinerja impresif dengan kenaikan masing-masing 1,59 persen dan 1,42 persen. Sebaliknya, sektor teknologi menjadi satu-satunya yang mencatatkan pelemahan sebesar 0,54 persen.

Saham-saham seperti APLN, LAND, dan NTBK menjadi penggerak utama penguatan indeks, sementara beberapa saham seperti COCO dan TRUS mengalami tekanan jual signifikan.

Melihat performa hari ini, indeks diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren rally. Ratna memprediksi pengujian level psikologis 6.000 menjadi target jangka pendek. Namun, investor tetap perlu mencermati potensi aksi ambil untung atau profit taking yang lazim terjadi setelah kenaikan indeks yang cukup tajam.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda