Rabu, 8 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Menteri ESDM Dampingi Presiden Prabowo Terima Kunjungan PM Modi

Menteri ESDM Dampingi Presiden Prabowo Terima Kunjungan PM Modi
Foto: Arik Abd muhyi/Unsplash

JAKARTA — Sektor energi menjadi salah satu titik berat dalam pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Selasa (7/7/2026).

Kehadiran Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam rombongan menteri kabinet menegaskan keseriusan pemerintah untuk membuka pintu investasi lebih lebar bagi negara mitra tersebut.

Presiden Prabowo menyambut hangat kedatangan PM Modi dengan upacara kenegaraan penuh. Dentuman 21 kali tembakan meriam serta iringan pasukan berkuda dan motoris dari kawasan Monumen Nasional menyambut iring-iringan kepala pemerintahan India tersebut. Suasana tampak cair saat kedua pemimpin negara bersalaman erat dan berpelukan di sisi barat Istana Merdeka, di tengah lantunan tari kreasi Betawi.

Fokus Sektor Migas dan Ketahanan Energi

Di balik seremonial tersebut, Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk memperdalam kemitraan di sektor minyak dan gas bumi. Pemerintah Indonesia melihat India sebagai mitra strategis yang memiliki kapasitas untuk masuk lebih jauh dalam pengelolaan energi domestik.

“Beberapa pihak dari sana menyatakan keinginannya untuk masuk ke sektor oil and gas. Kami tentu menyambut baik hal ini karena sejalan dengan upaya kita meningkatkan produksi dan ketahanan energi nasional,” ujar Bahlil seusai pertemuan bilateral di Istana Negara.

Kerja sama sektor energi ini melengkapi jalinan hubungan yang selama ini sudah berjalan di berbagai lini, mulai dari perdagangan, pertahanan, hingga teknologi. Bagi Indonesia, ketertarikan India pada sektor energi nasional menjadi sinyal positif untuk mendorong arus investasi asing yang lebih masif ke dalam negeri.

Agenda Lanjutan dan Pemugaran Budaya

Kunjungan PM Modi kali ini membawa misi yang lebih luas daripada sekadar urusan diplomatik. Selain sektor energi, Menteri Luar Negeri Sugiono sebelumnya menyebutkan adanya delapan nota kesepahaman (MoU) yang akan diteken kedua negara. Bidang yang mencakup kesepakatan tersebut meliputi pertahanan, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan teknologi.

Nilai strategis kunjungan ini bagi pembaca atau pelaku industri di Indonesia terletak pada kepastian hukum dan iklim investasi. Integrasi proyek strategis di bidang energi dengan dukungan langsung kepala negara memangkas birokrasi, sehingga investor asing seperti India memiliki kepercayaan lebih tinggi untuk menanamkan modal di sektor hilirisasi sumber daya mineral dan eksplorasi migas.

Tidak hanya terpaku pada urusan ekonomi, agenda PM Modi juga menyentuh aspek sejarah dan kebudayaan. Rencananya, Modi akan bertolak ke Yogyakarta pada 8 Juli 2026 untuk meninjau langsung hasil restorasi Candi Prambanan.

Proyek pemugaran candi ini merupakan bentuk kerja sama nyata antara pemerintah Indonesia dan India dalam melestarikan warisan dunia yang menjadi simbol kedekatan historis kedua bangsa sejak ribuan tahun lalu.

Kunjungan ini merupakan yang kedua bagi PM Modi ke Indonesia setelah lawatan terakhirnya pada 2018. Sebagai dua negara demokrasi besar di Asia, kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas ekonomi kawasan yang lebih kokoh, terutama di tengah tantangan ketahanan energi global yang kian dinamis.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda