JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Pasar mobil listrik di Indonesia semakin memanas jelang tahun 2026. Penjualan kendaraan listrik (EV) mencatatkan kenaikan signifikan 62% year-on-year, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Produsen besar seperti BYD, Wuling, Hyundai, dan Chery berlomba-lomba merilis model facelift dengan peningkatan jarak tempuh yang mengesankan, bahkan menembus 500-700 km, serta harga yang kian kompetitif, mulai dari Rp350 jutaan setelah insentif PPN 1% berlaku.
Tren ini didorong oleh komitmen pemerintah melalui perpanjangan insentif pajak dan semakin matangnya ekosistem pendukung. Konsumen kini dihadapkan pada pilihan EV yang lebih beragam, menawarkan kombinasi performa, efisiensi, dan harga yang menarik. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu dicermati calon pembeli.
Mobil Listrik Termurah 2026 di Bawah 300 Juta
Data menunjukkan pasar mobil listrik di Indonesia makin lebar. Ada model kompak untuk penggunaan harian, ada juga SUV dan sedan premium yang menyasar pembeli mapan.
Seres E1 menjadi yang paling murah dalam daftar dengan harga Rp189 juta dan jarak tempuh 220 km. Di bawahnya ada Wuling Air EV Lite Rp214 juta, lalu Wuling Air EV Standard Rp243 juta. Tiga model ini masuk kategori entry level yang relatif ramah untuk pengguna perkotaan.
Di kelompok menengah, BYD Dolphin dipasarkan Rp425 juta dengan jarak tempuh 410 km. Chery Omoda E5 dibanderol Rp498 juta, MG 4 EV Rp433 juta, dan MG ZS EV Rp460 juta. Sementara itu, Wuling Cloud EV ada di Rp398 juta dengan jarak tempuh 460 km.
| No | Merek & Tipe | Harga OTR Jakarta | Jarak Tempuh | Daya | Subsidi PPN 1% |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Wuling Air EV Lite | Rp214 juta | 200 km | 30 kW | Ya |
| 2 | Wuling Air EV Standard | Rp243 juta | 300 km | 30 kW | Ya |
| 3 | Seres E1 | Rp189 juta | 220 km | 25 kW | Ya |
| 4 | DFSK Gelora E | Rp350 juta | 250 km | 60 kW | Ya |
| 5 | Hyundai IONIQ 5 | Rp748 juta | 451 km | 160 kW | Ya |
| 6 | Hyundai IONIQ 6 | Rp1,1 miliar | 614 km | 168 kW | Ya |
| 7 | BYD Dolphin | Rp425 juta | 410 km | 70 kW | Ya |
| 8 | BYD Atto 3 | Rp515 juta | 420 km | 150 kW | Ya |
| 9 | BYD Seal | Rp629 juta | 570 km | 230 kW | Ya |
| 10 | Wuling Binguo EV | Rp372 juta | 333 km | 50 kW | Ya |
| 11 | Wuling Cloud EV | Rp398 juta | 460 km | 100 kW | Ya |
| 12 | Chery Omoda E5 | Rp498 juta | 430 km | 150 kW | Ya |
| 13 | MG 4 EV | Rp433 juta | 425 km | 125 kW | Ya |
| 14 | MG ZS EV | Rp460 juta | 403 km | 130 kW | Ya |
| 15 | Kia EV6 GT | Rp1,5 miliar | 506 km | 430 kW | Tidak |
| 16 | Kia EV9 | Rp1,9 miliar | 540 km | 283 kW | Tidak |
| 17 | Tesla Model 3 | Rp900 juta* | 602 km | 210 kW | Tidak |
| 18 | Tesla Model Y | Rp1,2 miliar* | 530 km | 220 kW | Tidak |
| 19 | Neta V | Rp379 juta | 401 km | 70 kW | Ya |
| 20 | Neta U-II | Rp520 juta | 500 km | 120 kW | Ya |
Mobil listrik yang masih dapat subsidi PPN 1 persen
Pemerintah Indonesia kembali memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 1% untuk pembelian mobil listrik hingga Desember 2026. Aturan ini termaktub dalam PMK No. 8 Tahun 2024. Syarat utamanya, kendaraan harus memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40% dan dirakit di Indonesia, dengan harga On The Road (OTR) tidak melebihi Rp600 juta.
Insentif ini memberikan dampak signifikan terhadap harga jual akhir kendaraan. Sebagai contoh, untuk BYD Dolphin 2026 yang memiliki harga dasar sekitar Rp720 juta:
- Jika menggunakan PPN normal 11%, harga jualnya menjadi sekitar Rp799 juta.
- Dengan PPN 1%, harga jualnya turun drastis menjadi sekitar Rp727 juta.
Ini berarti, konsumen bisa menghemat hingga Rp72 juta. Angka ini yang membuat harga OTR BYD Dolphin menjadi Rp365 juta. Selain itu, subsidi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 0% juga masih berlaku untuk EV, dan pajak kendaraan bermotor (PKB) di DKI Jakarta hanya sekitar Rp300 ribu per tahun.
Daftar Mobil Listrik Termurah 2026 di Bawah 300 Juta
Beberapa model mobil listrik tahun 2026 menawarkan peningkatan signifikan, baik dari segi baterai maupun fitur. Ini detailnya:
Wuling BinguoEV 2026

Mengandalkan baterai LFP 37,9 kWh, BinguoEV 2026 dikenal dengan kabin yang lega dan jok ala sofa, menjadikannya pilihan paling rasional di segmen harganya. Sayangnya, mobil ini belum dilengkapi fitur Vehicle-to-Load (V2L) dan hanya mengandalkan penggerak roda depan (FWD).
BYD Seal 2026

BYD Seal menggunakan Blade Battery 82,5 kWh dan platform e-Platform 3.0. Keunggulan utamanya ada pada jarak tempuh yang terjauh di kelasnya dan pengalaman berkendara ala sedan sport yang responsif. Namun, ground clearance yang rendah (125mm) bisa menjadi kendala di beberapa kondisi jalan.
Hyundai Ioniq 5 N Line 2026

N-Line. Foto: hyundai.com
Varian Ioniq 5 ini dibekali baterai 84 kWh dan sistem 800V, memungkinkan pengisian daya sangat cepat. Hanya butuh 18 menit untuk mengisi 10-80% di SPKLU berdaya 350kW. Kendati demikian, harganya menjadi yang paling mahal di daftar ini dan suspensinya cenderung agak keras.
Tantangan dan Kekurangan Mobil Listrik 2026
Meskipun pasar EV terus berkembang, ada beberapa aspek yang perlu menjadi pertimbangan serius bagi calon pembeli:
- Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU): Data PLN per Juni 2026 menunjukkan baru ada sekitar 1.800 unit SPKLU di seluruh Indonesia. Di kota-kota sekunder seperti Palembang, jumlahnya bahkan masih kurang dari 20 titik. Ini bisa menjadi tantangan bagi perjalanan jarak jauh atau di area minim infrastruktur.
- Harga Baterai: Komponen baterai adalah yang paling mahal. Estimasi biaya penggantian baterai BYD Blade 82 kWh bisa mencapai Rp120-150 juta pada tahun kedelapan penggunaan, tergantung kondisi dan harga komponen saat itu.
- Nilai Jual Kembali (Resale Value): Depresiasi nilai jual EV masih cukup tinggi, sekitar 25-30% per tahun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional seperti Avanza yang rata-rata depresiasinya 15% per tahun.
Tips Membeli Mobil Listrik 2026 Agar Tidak Salah Pilih
Agar keputusan membeli EV tepat dan sesuai kebutuhan, ada beberapa tips yang bisa dipertimbangkan:
- Cek TKDN: Pastikan mobil yang dipilih memiliki TKDN lebih dari 40% agar berhak mendapatkan insentif PPN 1%. Informasi ini bisa dicek melalui situs web Kementerian Perindustrian.
- Perhatikan Garansi Baterai: Pastikan pabrikan memberikan garansi baterai minimal 8 tahun atau 160.000 km. Merek seperti BYD dan Hyundai sudah menawarkan standar garansi tersebut.
- Sesuaikan Daya Listrik Rumah: Perhatikan kebutuhan daya listrik di rumah untuk pengisian daya. Wuling BinguoEV cukup dengan daya 2.200 watt. Namun, mobil dengan baterai lebih besar seperti BYD Seal membutuhkan daya minimal 7.700 watt agar pengisian penuh semalaman bisa optimal.
Mobil listrik 2026 bukan lagi sekadar barang baru atau gimmick. Dengan pilihan yang semakin banyak dan harga yang kompetitif, serta didukung oleh insentif pemerintah, kendaraan listrik menjadi alternatif yang menarik.
Jika penggunaan harian kurang dari 100 km dan memiliki garasi pribadi, Wuling BinguoEV seharga Rp372 juta bisa jadi pilihan paling rasional. Namun, bagi yang sering melakukan perjalanan antarkota seperti Jakarta-Bandung, BYD Seal dengan jangkauan 650 km lebih menawarkan ketenangan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.