Selasa, 7 Juli 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Tiga Penyerang Polisi Sudah Ditangkap, Perburuan Belum Berakhir

Tiga Penyerang Polisi Sudah Ditangkap, Perburuan Belum Berakhir
Tiga Penyerang Polisi Sudah Ditangkap, Perburuan Belum Berakhir. (Ilustrasi: AI)

KATINGAN — Aparat kepolisian bergerak cepat meringkus tiga terduga pelaku penyerangan brutal terhadap anggota Polri saat operasi penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Penangkapan ini menjadi langkah awal kepolisian untuk mengusut tuntas aksi kekerasan yang mengakibatkan gugurnya tiga personel dalam tugas.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono memastikan bahwa ketiga pelaku yang diringkus memiliki keterlibatan langsung dalam insiden tersebut. “Ada tiga terduga pelaku yang sudah kita amankan.

Ketiganya diduga menyerang menggunakan parang dan turut serta dalam aksi tersebut,” ujar Dodik saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026). Saat ini, tim penyidik tengah melakukan pendalaman intensif untuk memisahkan peran mereka, apakah sebagai tersangka utama atau pihak yang ikut serta dalam pengeroyokan.

Pencarian Bandar Narkoba Terus Diperluas

Meski tiga orang telah ditangkap di wilayah Kecamatan Katingan Tengah, aparat kepolisian menegaskan bahwa perburuan belum berakhir. Target utama operasi yang diduga sebagai bandar narkotika berinisial BIO hingga kini masih dalam pengejaran.

Insiden ini bermula saat tim gabungan melakukan operasi penindakan pada 1 Juli 2026 lalu di sebuah rumah yang diduga menjadi pusat peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Situasi sempat terkendali sebelum massa yang berjumlah banyak tiba-tiba melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso menjelaskan, serangan tersebut memaksa beberapa personel untuk meloloskan diri dengan berenang menyeberangi sungai dan berlindung di hutan rimba di sekitar lokasi kejadian.

“Massa melakukan penyerangan dengan senjata tajam serta senjata api rakitan. Akibat serangan tersebut, sejumlah personel berupaya menyelamatkan diri,” ungkap Eko dalam keterangannya. Dampak insiden ini sangat memukul institusi kepolisian, mengingat tiga nyawa personel melayang dalam tugas memberantas narkotika di wilayah Katingan.

Gugurnya Tiga Bhayangkara

Tragedi ini menelan korban jiwa setelah pencarian intensif dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Polda Kalimantan Tengah, Polairud, Kodim 1019/Katingan, dan Basarnas. Aipda Yudhie Perdana Putra menjadi korban pertama yang ditemukan dengan luka senjata tajam. Menyusul kemudian, Bripda Nopandri Ramadhana yang sempat hilang ditemukan meninggal dunia di DAS Katingan pada Sabtu (4/7/2026).

Pencarian berakhir pilu bagi keluarga Aiptu Sumaryanto. Setelah menyisir sungai hingga radius 4 kilometer dari lokasi kejadian, tim gabungan akhirnya menemukan jenazah Aiptu Sumaryanto di Sungai Desa Rantau Asem pada Minggu (5/7/2026). Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Palangkaraya untuk proses lebih lanjut.

Kasus ini menjadi peringatan keras mengenai bahaya laten peredaran narkoba di wilayah pedalaman Kalimantan Tengah yang melibatkan jaringan residivis bersenjata. Bagi masyarakat, keamanan di wilayah Katingan kini menjadi prioritas utama.

Penangkapan para pelaku diharapkan mampu memulihkan kepercayaan publik terhadap efektivitas penegakan hukum di lapangan, sekaligus memastikan bahwa pelaku penyerangan aparat tidak bisa bebas berkeliaran di tengah masyarakat.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda