Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Tanah Longsor Kerala Tewaskan 2 Orang, 10 Diduga Terjebak

Tanah Longsor Kerala Tewaskan 2 Orang, 10 Diduga Terjebak
Foto: Praswin Prakashan/Unsplash

WAYANAD — Tanah longsor Kerala di distrik Wayanad, India selatan, menewaskan sedikitnya dua orang, melukai tujuh lainnya, dan membuat lebih dari 10 orang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan pada Selasa, 7 Juli 2026. Longsor itu terjadi di dekat Meenakshi Bridge, kawasan Kalladi, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama 24 jam terakhir.

Situasi di lokasi bergerak cepat. Pemerintah negara bagian menggelar rapat darurat, mengirim pejabat tinggi ke Wayanad, dan memerintahkan operasi penyelamatan tanpa jeda. Warga setempat juga turun tangan. Mereka menarik sedikitnya tiga orang dari lokasi sebelum tim resmi tiba penuh.

Tanah longsor Kerala terjadi di area proyek jalan terowongan

Media India melaporkan longsor ini menghantam area yang sedang dikerjakan untuk proyek jalan terowongan. Kombinasi hujan monsun yang tak henti dan kondisi lereng yang labil membuat tanah runtuh ke badan jalan dan menutup akses di sekitar jembatan.

Agriculture Minister T Siddique yang berada di lokasi menyebut peristiwa ini “bukan longsor alami”. Ia menilai bencana itu dipicu cara penumpukan tanah yang tidak ilmiah. Pernyataan itu menambah sorotan ke praktik pembangunan di wilayah pegunungan yang rawan bencana.

Chief Minister VD Satheeshan mengatakan ia sudah menggelar rapat darurat setelah laporan awal masuk. “Instruksi telah dikeluarkan untuk mengoordinasikan operasi penyelamatan tanpa penundaan,” tulisnya di X. Ia juga memerintahkan Revenue Minister AP Anil Kumar dan Agriculture Minister T Siddique segera menuju Wayanad.

Kenapa tanah longsor Kerala ini penting

Peristiwa di Wayanad bukan sekadar bencana lokal. Bagi India, ini menegaskan lagi rapuhnya kawasan Western Ghats saat musim hujan tiba. Menurut Geological Survey of India, hampir separuh wilayah Kerala berada di zona rawan longsor. Artinya, setiap hujan ekstrem bisa langsung berubah jadi ancaman bagi permukiman, jalan, dan proyek infrastruktur.

Dampaknya terasa jauh lebih luas. Warga di daerah perbukitan hidup dengan risiko akses jalan putus, listrik terganggu, dan distribusi bantuan yang tersendat. Untuk pekerja proyek, longsor seperti ini juga berarti ancaman keselamatan yang nyata. Satu jam hujan tambahan saja bisa mengubah lokasi konstruksi menjadi perangkap lumpur.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda