Buka Pengaturan > Umum > Mengenai dan perhatikan ‘Nomor Model’. Huruf di depan nomor model memiliki arti:
- M: Perangkat baru (New)
- N: Perangkat pengganti unit (Replacement Unit)
- F: Perangkat rekondisi (Refurbished)
- P: Perangkat yang dipersonalisasi (Personalized)
Disarankan untuk menghindari perangkat dengan kode ‘F’, kecuali jika harganya jauh di bawah pasaran dan Anda menyadari risikonya.
6. Uji Semua Fungsi Kamera
Pastikan untuk menguji semua kamera: depan, belakang, ultrawide, dan perekaman video 4K. Jangan lupa cek fungsi Flash, Zoom, dan Stabilizer. Banyak kasus iPhone bekas yang mengalami kerusakan pada salah satu kamera atau fiturnya.
7. Periksa Keaslian Layar
Cari ruangan gelap dan naikkan tingkat kecerahan layar hingga maksimal. Layar iPhone yang asli akan menunjukkan warna yang rata dan konsisten. Jika ada bagian yang terlihat lebih kuning atau kehijauan, itu indikasi layar sudah diganti dengan LCD KW (tidak original).
8. Cocokkan Nomor IMEI di Tiga Lokasi
Nomor IMEI harus identik di tiga tempat: dus box, slot SIM tray, dan pada menu Pengaturan > Umum > Mengenai. Jika ada perbedaan di salah satu tempat, bisa dipastikan iPhone tersebut adalah ‘kanibal’ atau hasil rakitan dari beberapa komponen berbeda.
9. Lakukan Transaksi COD di Tempat Ramai
Hindari transfer uang sebelum bertemu dan memeriksa barang. Lakukan Cash On Delivery (COD) di lokasi yang ramai dan aman, seperti konter ponsel, toko resmi iBox, atau area publik dengan pengawasan CCTV. Di konter atau iBox, Anda bahkan bisa meminta bantuan teknisi untuk melakukan pengecekan lebih detail.
10. Bandingkan Harga Pasaran Terkini
Sebelum memutuskan membeli, bandingkan harga iPhone bekas dengan model yang sama di berbagai platform. Cek harga di marketplace online, toko iBox bekas, atau grup jual beli Facebook. Jika harga yang ditawarkan jauh di bawah pasaran, misalnya selisih Rp 2 juta atau lebih, patut dicurigai ada masalah tersembunyi pada perangkat tersebut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.