Jumat, 10 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Info Terbaru Telegram 2026: Ada Fitur AI, Ban di India, Hingga Ambil Alih TON

update fitur terbaru telegram 2026
Info Terbaru Telegram 2026: Ada Fitur AI, Ban di India, Hingga Ambil Alih TON. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Aplikasi perpesanan Telegram meluncurkan serangkaian fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) teranyar pada Juli 2026, termasuk AI Summaries dan editor teks. Di saat yang sama, platform dengan 950 juta pengguna ini menghadapi pemblokiran sementara oleh pemerintah India menyusul kasus kebocoran soal ujian.

Inovasi AI ini diperkenalkan untuk meningkatkan pengalaman pengguna, sementara tantangan regulasi di India menyoroti isu keamanan data dan penyalahgunaan platform. Ini menjadi periode sibuk bagi Telegram yang terus berupaya menyeimbangkan inovasi dan tanggung jawab.

Fitur AI Summaries dan AI Text Editor Resmi Meluncur

update fitur terbaru telegram 2026
Update fitur terbaru telegram 2026.

Telegram resmi merilis dua fitur AI besar pada awal 2026. Pertama, AI Summaries memungkinkan pengguna merangkum otomatis postingan panjang di saluran atau grup, memudahkan mereka menangkap inti informasi tanpa harus membaca seluruh percakapan. Fitur ini sangat berguna bagi mereka yang sering mengikuti saluran berita atau diskusi panjang.

Kedua, AI Text Editor. Editor teks berbasis AI ini terintegrasi langsung ke dalam kolom obrolan, mampu memperbaiki tata bahasa, mengubah gaya bahasa, bahkan menerjemahkan pesan secara instan. Ini tentu akan mempermudah komunikasi lintas bahasa dan memastikan pesan tersampaikan dengan lebih jelas dan profesional. Uniknya, AI ini disebut beroperasi menggunakan Cocoon Network, sebuah jaringan terdesentralisasi open-source yang mengklaim menjaga privasi data dengan mengenkripsi semua permintaan.

Desain Liquid Glass iOS dan Update April 2026

Pengguna iOS kini bisa menikmati tampilan baru Telegram dengan dukungan penuh Liquid Glass. Desain ini menghadirkan efek transparan dan refraksi cahaya yang dinamis, memberikan sentuhan visual modern dan elegan. Pengguna dapat menyesuaikan pengaturan ini di bagian “Settings > Power Saving” untuk mengoptimalkan penggunaan baterai perangkat mereka.

Pada April 2026, Telegram juga meluncurkan beberapa pembaruan signifikan. Di antaranya adalah Polls 2.0 yang memungkinkan penambahan media, lokasi, timer, dan notifikasi saat ada partisipan yang memilih. Kemudian, dukungan untuk Live & Motion Photos, memungkinkan pengguna iPhone dan Android berbagi foto hidup. Terakhir, ada fitur khusus iPhone untuk memindai dokumen dan langsung mengubahnya menjadi format PDF.

Aplikasi Telegram untuk Apple Watch dan Android Watch

Pada Juli 2026, Telegram memperluas jangkauannya dengan merilis aplikasi resmi untuk smartwatch, baik Apple Watch maupun Android Watch. Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan pengguna dalam berkomunikasi langsung dari pergelangan tangan.

Fitur-fitur yang tersedia mencakup kemampuan mengirim obrolan dan pesan suara, melihat media, membaca pesan panjang, meninjau pratinjau lokasi, mengirim stiker, hingga mengelola obrolan. Ini memberikan kemudahan signifikan, terutama bagi mereka yang sering dalam perjalanan atau memiliki tangan yang sibuk.

Pemblokiran Sementara Telegram di India

Telegram menghadapi tantangan serius di India. Pemerintah setempat memblokir sementara aplikasi ini hingga 22 Juni 2026 menjelang ujian ulang National Eligibility cum Entrance Test Undergraduate (NEET UG) 2026. Pemblokiran ini dipicu oleh maraknya saluran-saluran di Telegram yang disalahgunakan untuk jual beli soal ujian bocor, dengan nama-nama seperti “PAPER LEAKED NEET” dan “NEET MAFIA”.

Selain itu, fitur edit pesan juga dinonaktifkan hingga 30 Juni karena disalahgunakan untuk “menyisipkan” soal setelah ujian dimulai. Delhi High Court menolak gugatan Telegram dan menyatakan pemblokiran ini sah. Akibat pemblokiran ini, jumlah unduhan aplikasi VPN di India melonjak 76% hanya dalam sehari.

Telegram Resmi Ambil Alih Blockchain TON

Salah satu kabar paling besar datang pada 4 Mei 2026, saat Pavel Durov mengumumkan bahwa Telegram akan menjadi penggerak utama The Open Network (TON) dan validator terbesarnya. Langkah ini menjadi kebalikan dari tahun 2020, ketika Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat memaksa Telegram untuk melepaskan TON.

Setelah pengambilalihan ini, terjadi beberapa dampak signifikan. Biaya transaksi turun drastis enam kali lipat menjadi hanya $0.0005. Harga Toncoin juga melonjak dari $1.30 menjadi $2.151 hanya dalam seminggu. Selain itu, peta jalan MTONGA kini lebih fokus pada sistem pembayaran melalui Telegram, menunjukkan komitmen kuat pada ekosistem keuangan terdesentralisasi.

Moderasi Gila-gilaan: Ratusan Ribu Saluran Diblokir Sehari

Telegram menunjukkan komitmen serius dalam membersihkan platform dari konten ilegal dan berbahaya. Pada awal 2026, aktivitas takedown atau penghapusan saluran ilegal melonjak dari sekitar 10.000 menjadi antara 80.000 hingga 140.000 saluran setiap hari. Puncaknya, tercatat pernah ada 500.000 takedown dalam satu hari.

Sekitar 20% dari saluran yang dihapus terkait dengan aktivitas kriminal seperti carding, penjualan data ilegal, dan jasa peretasan. Meskipun Telegram gencar melakukan moderasi, komunitas kriminal terbukti cepat beradaptasi dengan terus membuat saluran baru, menunjukkan tantangan berkelanjutan dalam upaya menjaga keamanan platform. Tahun 2026 menjadi periode yang sangat sibuk bagi Telegram, antara menghadirkan inovasi AI dan perangkat pintar, sekaligus terus berjuang melawan tantangan regulasi serta kejahatan siber.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda